Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Tuesday, November 22, 2011

Ungkapkanlah sayang itu selagi kalian bisa, jangan sampai... T.T

Bukannya aku tidak ingat keluarga, bukannya aku tidak ingat sama kalian. Tapi…
ah, Ya Allah… rumit sekali apa yang aku rasakan. Aku tak seperti mereka yang begitu mudah mengungkap rasa sayang atau rindu pada keluarga.
Ya, aku sayang kalian Ibu, Kakak, Adik… Aku tak mengungkapkan itu bukan berarti aku tidak sayang.
Sudah dua minggu ini aku tidak pulang kampung ke Kendal, Padahal biasanya setiap minggu aku pulang. Dan sama sekali aku tidak memberi kabar pada kelurga, bukan karena kesibukanku. Ku akui aku memang benar-benar sibuk dengan tugas-tugas kuliahku, tapi ini bukan karena itu. sulit saja bagiku untuk mengungkapkannya. Dan Setiap Ibu telpon aku selalu tidak bisa mengangkatnya, kebetulan sedang mandi atau apalah, dan bodohnya aku tidak menelpon balik.
Biasanya ketika uang sakuku habis, aku selalu menghuburngi rumah, menyempatkan pulang kampung, dll. Kini ketika beasiswaku sudah cair, sama sekali aku tidak menghubungi mereka. Ya Allah, aku baru sadar betapa bodohnya aku. Tapi sungguh, bukan berarti aku lupa mereka. Jujur, aku rindu sekali dengan rumah. Aku ingin pulang. Hanya saja keadaan yang tak memungkinkan.
Semua itu baru ku sadari, ketika tadi Ibu telpon. Ibu sempat marah-marah padaku, sama sekali aku tidak menghubungi rumah, bahkan aku tidak menelpon ketika Kakakku berangkat ikut suaminya tanggal 15 kemarin. Yang ini Berarti sekarang ibu di rumah hanya dengan adikku yang cuma berumur delapan tahun. Harusnya aku sadar betapa rindunya ibu padaku, Siapa yag mengurus ibu? Bagaimana jika ibu kenapa-napa? Bodoh! Bodoh! Bodoh!
Kata-kata terakhir yang ku ingat ketika ibu telpon tadi, “kamu tidak pernah telpon ibunya, tidak inget ya ma ibunya!”, langsung ditutup. Ya, Allah.. Ibu… sungguh aku tak seperti itu.
“Bagaimana kabar ibu sekarang? Ibu lagi apa? Aku sayang ibu. Aku kangen Ibu. Aku ingin pulang,” Ya Allah, andai aku bisa mengungkapkan itu. Berat sekali rasanya.
Mungkin aneh bagi kalian yang membaca ini. Bagaimana bisa seorang anak yang sesungguhnya sangat mencintai ibunya, tapi tak mampu mengungkapkannya. Hingga ibunya sendiri bilang bahwa anak itu lupa dengannya. Sulit bila ku jelaskan kenapa, yang jelas kalian bisa membayangkan ketika kalian jatuh cinta pada seorang laki-laki atau perempuan. Sulit kan mengungkapkannya. Nah, begitu juga yang kurasakan pada ibuku.
Bahkan setiap hari raya idul fitri, aku pun begitu sulit untuk mengatakan maaf pada ibuku. Bukan berarti tak mau minta maaf, tapi memang sulit saja. Aku sendiri tak tau mengapa. Kagum, ketika teman-temanku meminta maaf sambil menangis ketika hari raya idul fitri. sedangkan aku, persiapan merangkai kata saja lama sekali, kemudian hanya bilang “Ibu, maafin aku ya?” dan pergi.
Ingin rasanya memeluk ibuku, mengungkapkan langsung rasa sayangku, rasa maafku, rasa rinduku pada ibu. Apalagi sambil menangis seperti mereka. Tapi aku tidak bisa, yang bisa ku lakukan hanya menulisnya dan menangisinya, seperti yang ku lakukan sekarang, di blog ini.
Aku lebih terbuka dengan tulisan, dari pada dengan ibu.
Sungguh iri pada kalian yang dekat dengan ibu kalian. Yang bisa mengungkapkan segala yang kalian rasakan pada ibu dengan begitu terbukanya. Jangan jadi sepertiku, yang hanya bisa mengungkapkan lewat tulisan.
Semoga saja ibuku membaca tulisan ini. Walaupun ku rasa tak mungkin, membuka internet saja sepertinya ibu tak bisa.
Pesanku,
ungkapkanlah Rasa sayang pada ibu kalian selagi kalian bisa, jangan sampai orang yang kalian sayangi terlanjur mendakwa bahwa kalian telah lupa dengannya.
Dan untuk ibu-ibu yang membaca ini,
Diam bukan berarti tak sayang, diam bukan berarti tak peduli. Bahkan seorang anak yang sesibuk apapun sebenarnya ingat dan ingin mengungkapkannya.

1 comment:

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

I want to live my life to the absolute fullest, to open my eyes to be all i can be, to travel roads not taken, to meet faces unknown, to feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself, to stand tall with greatness, to chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Popular Posts

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com