Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Sunday, November 11, 2012

Evaluasi Hari ini untuk kemarin

sekarang aku lebih sering meluangkan waktu untuk mengevaluasi hari. di mulai dari september  lalu yang ku anggap sebagai masa paling menganggur. bahkan aku menyebutnya hibernasi. kemudian bangunlah aku ketika september berakhir. di otakku sudah tertulis banyak rencana dimana semester ini harus terpenuhi. Akhirnya kesibukan pun menyertaiku dan banyak hal yang aku ikuti secara bersamaan.
Aku punya mimpi dan di setiap mimpi itu telah ku tulis tiap langkah. salahku, langkah itu ku ambil bukan dari waktu ke waktu tapi justru dalam sekali waktu. bodohnya aku yang tau diri sendiri hanya bisa fokus pada satu hal tapi beraninya menyabangkan pikiran. akhirnya, semua langkah yang ku ambil itu berserakan.
aku terobsesi untuk menjadi orang yang ku kagumi. tapi aku terlalu terobsesi untuk menginstankannya. aku terlalu serakah menghabiskan waktu semester ini untuk menyelesaikan langkah itu. semester 3, tapi aku sudah menganggapnya semester tua dan merasa tak ada waktu lagi untuk berkarya. Bodoh! bukankah orang yang ku kagumi itu mendapatkan impiannya juga di tahun-tahun terakhir, waktuku masih panjang (ku rasa).
"Tundalah apa yang bisa dilakukan besok".
aku tak percaya bahkan aku menuliskan itu dalam kamus hidupku. dan ku rasa itu memang cocok untuk orang yang tak bisa mencabangkan pikiran sepertiku.
Evaluasi hari membuat insomniaku semakin menjadi-jadi. bahkan aku butuh waktu berjam-jam untuk mengalihkan otakku ke kondisi tidur. Mataku terpejam, tapi otakku selalu memikirkan hari, hari, dan hari hingga akhirnya dia lelah sendiri dan aku tertidur tanpa ku sadari.
Berantakan sekali tulisanku. haha. Sudahlah. biar aku sendiri yang mengerti. Tak usah kau baca.

P.S: sekarang blog mahasiswa alay menjadi mahasiswa galau. haha

2 comments:

  1. :)

    Hidup, memang kita punya banyak rencana di sana. Namun, rencana-rencana itu tak akan terwujud tanpa persiapan yang matang. Kita butuh persiapan memang. Kita butuh yang namanya target. Target, kan menuntun kita tuk lebih memanfaatkan waktu yang ada. Target, kan menuntun kita tuk berstrategi. So, untukmu yang baru menyadarinya, tidak apa. Bahkan sebenarnya, mengetahui kekurangan diri itu adalah setengah dari proses pencapaian sesuatu yang lebih baik lagi ke depannya. :)

    ReplyDelete

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

Hi.. I am Fifa.
I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all i can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com