Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Saturday, February 9, 2013

Pintar matematika


semua orang pasti ingin pintar matematika. tapi tak semua orang dengan mudah dan cepat bisa pintar matematika. sama halnya semua wanita pasti ingin berjilbab dengan syar'i tapi tak semua wanita dengan mudah dan cepat bisa berjilbab dengan syar'i.

beberapa orang mungkin cepat dan mudah memahami matematika,  karena dia  dilahirkan dalam lingkungan yang peduli pendidikan, sehingga dia di-khursus-kan, sejak kecil dibiasakan belajar. tapi beberapa orang sulit dan lambat sekali memahami matematika, bisa jadi karena sejak kecil dia tidak biasa belajar, keluarga dan lingkungannya juga kurang mendukung. sama halnya pada beberapa wanita yang mudah dan cepat sekali memahami bagaimana seharusnya berjilbab yang syar'i  karena bisa jadi sejak kecil dia diajarkan untuk memakai jilbab, lingkungannya juga mendukung. tapi beberapa wanita yang sulit dan lambat sekali memahaminya, karena dia tidak diajarkan sejak kecil dan dilahirkan dalam lingkungan dan keluarga yang tidak mendukungnya. 

Untuk pintar matematika, sesorang harus mengerjakan dengan metode analitik dulu, seperti jumlah-jumlahan atau perkalian sederhana. baru metode numerik. perlahan tapi pasti. memaksa wanita untuk langsung memakai jilbab yang syar'i sama halnya memaksa orang mengerjakan matematika langsung dengan metode numerik. 

Terkadang ada sesorang yang menghujat wanita-wanita yang berjilbab trendy karena tidak sesuai syar'i bahkan mengatakan mereka percuma bahkan akan menjadi penghuni neraka. padahal itu sama saja menghujat orang yang mengerjakan soal matematika menggunakan metode analitik karena tidak menggunakan metode numerik dan mengatakan mereka percuma bahkan bodoh. Hujatan tersebut kadang membuat orang yang dihujat berkata "lebih baik saya tidak mengerjakan sekalian.", 

kesimpulan : semua orang ingin pintar matematika, bahkan mereka mencoba mengerjakan matematika semampu mereka. walau kadang pekerjaan mereka salah, jangan dihujat dan dikata-katain bodoh. nanti malah mereka menyesal telah mencoba mengerjakan. cepat lambatnya orang untuk pintar dalam matematika itu pun berbeda-beda. makanya jangan dibanding-bandingkan. Seseorang yang mencoba mengerjakan matematika tapi salah seharusnya diapresiasi, dihargai, dan dituntun dengan perlahan sehingga pekerjaanya benar. apalagi untuk beberapa orang memulai mengerjakan matematika saja sampai butuh pemikiran dan pertentangan batin yang kuat.

1 comment:

  1. betul beuth tuh...orang yang suka mencaci cewek2 dengan jilbab trendy itu sama saja kaku. huft.....

    ReplyDelete

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

Hi.. I am Fifa.
I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all i can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com