Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Saturday, November 30, 2013

Coba Part Time Job di Korea

Setelah merasakan rutinitas kuliah di Ilkom yang berangkat jam 7 pagi pulang jam 7 malam, tugas, laporan, dan lain sebagainya. Kini, saya merasa benar-benar pengangguran. Di Korea ini saya kuliah cuma dari jam 9 pagi sampai 1 siang. PR tidak pernah ada, belajar pun tidak pernah tersirat di pikiran saya. Haha

Saya menghabiskan waktu saya untuk online, download film, buka sosmed dan nulis blog. Serba di depan komputer. Hingga suatu hari saya melihat di group Perpika (Perkumpulan pelajar Korea) ada lowongan mengetik. Wah! saya merasa ini benar-benar saya. Saya pikir dari pada saya online tidak jelas dan ujung-ujungnya kepoin orang, mending saya ngetik.Toh di depan Komputer juga! Itung-itung nambah pengalaman dan nambah duit selagi nunggu beasiswa cair. Hehe

Jadi buku yang harus saya ketik itu adalah sejenis kamus Inggris-Jepang-Indonesia, tebalnya sekitar 6 cm. Tapi saya cuma mengetik bagian kata yang berbahasa Indonesia saja. Sebenarnya tidak begitu banyak. tapi tantangannya adalah saya harus menengok bolak-balik ke buku kemudian ke komputer. Capek! Tapi godaan jumlah gajinya membuat iman saya goyah. (Apa sih!)

Oh ya, untuk menyelesaikan buku itu saya cuma menghabiskan waktu 2 hari (Sabtu-Minggu) non stop, cuma berhenti ketika tidur, makan, dan sholat. Iya! saya kalo lagi banyak waktu luang jadi hard worker gini. Klien saya (jiah! udah kayak professional saja) sampai kaget saya bisa selesai secepat itu.

Akhirnya,  buku yang sebelumnya dikirim ke saya via pos itu pun saya kirimkan balik ke klien saya via pos juga. Gaji pertama saya di Korea pun juga ditransfer ke rekening saya sejumlah KRW 120.000, sekitar 1,2 juta rupiah. Lumayan buat hedon nyambung hidup. Kalau digaji kayak gini terus sih saya mau kerja ngetik. Hehe. Bisa-bisa pas pulang ke Indonesia nanti saya bisa naikin Emak haji (Mendadak jadi mental TKI).
Read More

Review Film Inception (Gimana sih Endingnya?)

Sebagai penikmat film, kali ini saya bakal ngasih komentar tentang film inception. Soal cerita film-nya yang kayak gimana kamu bisa kok nonton langsung atau browsing aja di google. Banyak juga yang ngereview-in film ini.

sumber : Google

Di review-review yang saya baca kebanyakan sih pada bilang ini film berat dan butuh pemahaman tinggi. Iya sih! saya akui itu makanya saya anjurin lkamu pake subtitle kalo nonton ini.

Kebanyakan juga pada njabarin tentang awal kisahnya dan pada bilang ending-nya ga jelas, saya biar ga mainstream mau njabarin tentang endingnya aja (berdasarkan analisa saya). Jadi, bagi yang ngrasa bingung atau ga mudeng kok tiba-tiba endingnya ada gasing muter-muter ga jelas, inilah yang sebenarnya terjadi! Oh ya, kalo mau bingung soal ceritanya gimana dan mau tanya-tanya ke saya welcome banget kok. gue cuma males aja nulis di sini, bakal panjaaaaang.

Dominik Cobb (Leonardo De Caprio–Pemeran Utama) yang awalnya menolak untuk kembali karena ingin mencari Saito terlebih dahulu, itu sebenarnya dia masih terjebak di sana dan belum benar-benar kembali. Pasti kebanyakan penonton berpikir ketika Cobb membuka matanya (di pesawat) dan melirik ke kanan kirinya semuanya juga sudah terjaga berarti itu telah berakhir, Cobb telah menemukan Saito, dan bangun sesuai rencana. Ga!! Ga gitu!

Jadi, berikut alesan-alesan kenapa saya bilang Cobb belum bangun :
Read More

Monday, November 25, 2013

Alat dan Bahan #DevelopWin8Apps #MSP

Hai hai...
Kali ini saya akan menjelaskan tools yang saya gunakan untuk men-develop aplikasi di Windows 8. Tools tersebut adalah Visual Studio 2012. Saya mendapatkannya gratis dari Dreamspark. Apa? Belum tahu dreamspark? Baiklah saya jelaskan.

Dreamspark adalah salah satu cetusan dari Microsoft, diperuntukan untuk para pelajar dan akademisi, dimana kamu bisa download software-sofware dari Microsoft secara gratis. Jadi, kalau kamu merasa pelajar, langsung saja daftar! Gampang kok caranya.

Ini dia caranya :
1. Buka www.dreamspark.com


2. Klik menu “student”
3. Klik “Create Account”
4. Isi data dan klik “continue to verify”
5. Nanti akan ada empat pilihan sebagai berikut :
Pilihan pertama adalah dengan mendapatkan verifikasi melalui sekolahmu. Kalau kamu belum yakin sekolahmu sudah bergabung dengan dreamspark atau belum, lebih baik kamu jangan memilih ini.

Pilihan kedua adalah dengan memasukan nomor ISIC card kamu. ISIC card adalah semacam kartu pelajar atau kartu mahasiswa yang berlaku international. Untuk mendapatkannya dikenakan biaya sekitar 150 ribu rupiah. Jadi, kalau kamu tidak punya ISIC card dan tidak mau membayar untuk memilikinya (macam saya), jangan pilih ini!

Pilihan ketiga adalah dengan memasukan kode verifikasi. Biasanya kode verifikasi tersebut bisa kalian dapatkan dari MSP atau duta Microsoft lainnya.

Pilihan ketiga adalah pilihan yang saya pilih. Dengan memilih ini berarti kamu telah memilih proses verifikasi secara manual.

6. Isi data seperti negara, nama kampus, dan lain-lain. Untuk Name On Evidence Document saya isi “Student Identity Card” alias KTM. Jadi untuk attachmentpun saya lampirkan scan KTM saya. Sebenernya bisa juga kamu lampirkan Letter of Acceptance atau Letter of Enrollment dari kampus kamu. Untuk comment saya rasa bisa dikosongi, tapi kemarin saya sendiri mengisinya dengan “My identity card is only provided in Indonesian”. Hehe. Sebab saya takut kalau proses verifikasi manual ini dilakukan oleh orang Microsoft pusat sana.

7. Klik Submit dan tinggal menunggu balasan ke email kamu dalam waktu kurang lebih 5 hari kerja. Kalau sudah dibalas dan lolos verifikasi, kamu tinggal sign in dan pilih software kesukaanmu.

Salah satu spesifikasi PC untuk menginstal Visual Studio 2012 adalah menggunakan OS windows 8 ke atas. Karena waktu itu OS PC saya masih windows 7, jadi saya pun harus menginstal ulang ke windows 8. Saya mendapatkan windows 8 lagi-lagi gratis dari Dreamspark karena kebetulan kampus saya “Universitas Diponegoro” bergabung di sini.

Saya mengetikan nama kampus saya di bagian tab “More Software Trough Your School” dan ternyata ada. Jika kampusmu tidak ada, kamu bisa kok mendaftarkan dengan klik “Don’t see your school”. Saya sih belum pernah mencoba karena kampus saya sudah ada. Mungkin kalau kamu jadi perintis kampusmu bergabung dengan dreamspark, bisa jadi kamu malah ditunjuk menjadi duta Microsoft di kampusmu. Bisa jadi lho ya?



Jika kamu sudah menemukan nama kampusmu di situ, tinggal klik saja dan kamu akan dibawa di suatu halaman web baru. Di situ kamu harus sign in lagi, tapi username dan password kamu bukan yang kamu gunakan di dreamspark sebelumnya. Kamu harus minta ke kampus kamu atau pilih saja Request an account kemudian ikuti saja alurnya. Nanti kamu akan dapat email dari kampusmu mengenai tata caranya kok.

Oke, karena windows 8 sudah ada, Visual Studio 2012 juga sudah ada, sekarang saatnya menginstal. Mau tahu cara instalasinya? Tunggu di post berikutnya.
Read More

Saturday, November 23, 2013

Pembalut Wanita dan Es Krim Korea

Rasanya konyol banget kalo motivasi gue ke Korea cuma pengen tahu gimana rasanya internet kenceng. Di saat temen-temen gue di Tembalang sana lagi nunggu downloadan mp3, gue di sini udah selesai lima kali nonton video youtube, di saat temen gue ketinggalan kereta gara-gara nunggu download-an film selesai, di sini gue bisa streaming nonton MivoTV tanpa nunggu buffering, dan rasanya itu kayak... ah! surga internet!

but anyway, selain internetnya yang bikin gue makin sering bergadang dan berlama-lama di toilet, ada dua hal lagi di Korea yang sejauh ini gue anggep "Kece Badai". Yang pertama adalah pembalut wanita.


setelah stok pembalut gue habis, terpaksa gue beli pembalut di Korea. Awalnya gue kira harganya bakal MAHAL, eh ternyata beneran MAHAL. --__-- isinya enam belas lembar buah dan harganya 7500 won. Jadi kira-kira satunya 500 won. Kalau dilihat dari angkanya sih sama aja kayak di Indonesia, satunya 500 rupiah juga. tapi kalau dilihat dari nilainya berbanding jauh banget. Yaps, di sini satu buah pembalut harganya sekitar 5000 rupiah, berarti dua pembalut bisa buat beli 3 celana dalem kalo di Indonesia, lebih awet dan ga sekali pake doang.

trus, kok gue bisa nyebut ini "Kece Badai"? karena kualitasnya!! Jadi, di Korea itu masalah harga nomer dua. Nomer pertama adalah kualitasnya. Pembalutnya super tipis, tapi daya resepnya tinggi banget. bahkan permukaannya kering abis walau udah di pake seharian, nyaman! dan anti tembus!

Terus kalo lo cuci pembalut ini (yang udah dipake), isinya bukan kapas2 campur darah kayak pembalut Indonesia, tapi kayak butir-butir pasir warna putih n merah gitu. Kalo menurut gue darahnya itu udah dikristalin, atau terserap ke butir-butir yang warna putih itu. Nah lho? canggih banget kan? gimana coba bikinnya?

aduh.. kok omongan gue kayak Revalina S. Temat lagi ngiklanin Laur*er ya? (buat produsen pembalut boleh kok rekrut gue jadi bintang iklan.. ehm! )


tapi ini gue jujur lho! kalo Laur*er atau produk-produk pembalut lainnya di Indonesia kan iklannya doang yang janji-janji manis, tapi kenyataannya menghianati juga. (gue bukan lagi curhat tentang cowok lho ya?)

Gue jadi pengen ngasih pembalut atu-atu ke temen-temen cewek gue sebagai oleh-oleh. Mereka harus nyobain ini!! biar pebalut korea juga ngrasain gimana kelembutan cewek-cewek Indonesia (apa sih!).

produk berikutnya adalah es krim. Pertama-tama dari bungkusnya. Kreatif abis! Lo juga musti tau selain kualitasnya, Korea juga mengutamakan yang namanya packaging. That's why, ada temen gue Indonesia yang jauh-jauh S3 di Korea cuma buat mempelajarin cara bungkus-membungkus. By the way, emak gue jago ngebungkus lontong lho, sejago tetangga gue ngebungkus mayat pake kain kafan. (abaikan ini!)

Menurut penelitian gue, setelah gue menimbang, mengukur, melihat, meraba, dan menerawang, semakin bagus packaging produk di Korea, maka harganya semakin mahal. Jadi misal lo lagi di departement store nemu coklat berbungkus plastik bening yang biasanya buat mlastikin es batu, sama krupuk usek berbungkus kayu dengan ukiran gaya Yunani kuno abad ke-IV sebelum peperangan merebutkan wilayah kekuasaan raja Upilingus (bingung ga lo?), gue saranin mending lo beli coklatnya aja. Jangan beli krupuk usek-nya! karena gue jamin di Korea juga ga bakal ada yang ngejual krupuk usek.

Balik lagi ke es krim. Di balik bungkusnya yang kece badai sampai sendoknya pun tersembunyi di atasnya, es krim Korea ini juga memiliki rasa yang cetar halilintar!! sebelum-sebelumnya gue kan ga suka makan es krim gara-gara gue punya gigi yang sensitif, lebih sensitif dari cewek yang lagi PMS. Tapi ini, gue bisa mengunyah dan melumatnya tanpa takut linu. dinginnya pas dan ga sedingin es krim di Indonesia. Tapi walau begitu, teksturnya masih keras dan ga meleleh! lezat! dan yang pasti MAHAL --__--


CARA MAKAN ES KRIM KOREA

Tampak dari bawah
Tampak dari samping


Tampak dari atas
ambil tutup kecil di atasnya
AMBIL!! jangan manja!
Nah, begini tampilannya. Ada sendoknya!

Ambil sendoknya
Ini bukan patah




Luruskan!
Buka tutup es krim-nya

buka! buka! buka!
This is it! es krim siap dinikmati



Sekian cerita gue kali ini. berikut adalah beberapa hikmah yang bisa dipetik :

1. Kalo lo belanja apapun itu di Korea, jangan sekalipun convert ke rupiah! yang ada lo bakal sakit hati!  galau! stres! depresi! dan ujung-ujungnya bunuh diri!

2. Bagi yang giginya sensitif, jangan takut makan es krim Korea, tapi jangan sekali-kali di musim winter kayak sekarang ini lo nyengir lebih dari 3 detik! yang ada gigi lo bakal cenat cenut kayak yang sering gue alami.


Read More

Wednesday, November 20, 2013

I am stupid

Pernahkah kau menjadi orang yang sering mereka sebut-sebut pintar hanya karena IPK-mu yang tinggi? atau karena kau selalu mengambil extra sks? Atau karena kau selalu mendapat nilai A,B dan bahkan tidak pernah mendapat nilai C ke bawah. Atau karena kau selalu bisa mengerjakan tugas atau PR dari dosen, duduk di bagian depan, tidak pernah absen dari kelas, mencatat segala yang diajarkan?

Aku pernah, dan aku menyesal. Sejak SD, SMP, SMA, dan bahkan kuliah aku selalu seperti itu. Karakter sepeti itu seperti sudah melekat di diriku dan membuatku mendefinisikan itulah yang disebut “pintar”. Ketika aku lulus SMA, aku akui karakter seperti itu membuatku beruntung. Karena dengan seperti itu aku bisa melanjutkan akademikku ke tingkat tinggi, kuliah. Di kuliah pun aku masih seperti itu, dan sekarang ini justru membuatku takut.


Read More

Thursday, November 7, 2013

Busan Ulsan Adventure

It had been two weeks ago but I feel it was like yesterday. I do still remember all these wonderfull journey. The journey that made me can not stop to say “wow” all the day. My eyes was like being nailed with the views. It was about how I am falling in love with Busan and Ulsan, big city in South Korea.

For three days I travelled with other Wow Korea Supporters from Asean country and Middle East as well. It’s really unforgetable because I got much unpredictable experience. This trip was begun in Friday at 11 am, but I went at Thursday because from Gangneung station to Ulsan station(the place of all Wow Korea Supporters will meet) will takes 8 hours by train and the train from Gangneung is only available at 5 pm. And you know what? There is no direct train too, so I had to be transfered to other train in Dongdaegu station. From gangneung to Dongdaegu I used Mughunwa, and from Dongdaegu to Ulsan I used KTX. Most of my friends were worry to me, because this was the first time I went individually in Korea. But, actually I felt challenged instead. I felt more challenged when in Dongdaegu station I took wrong train.

So, when I was in Dongdaegu I met two foreigners who had same destination with me. They are from Saudi Arabia and China. They are student in Ulsan University. After asked them, we went together to the train. Based on the schedule, actually our train will go at 00.54 am, but we took the train at 00.50 am. So, finally we were dropped out at other station (I forget the name) because this train was going to Busan, not Ulsan. Fyuh. It was hard night. But at least, now I know that KTX train schedule is really punctual.

These foreigner felt like guilty. So finally they invited me to went together to Ulsan by taxi. It took 1,5 hours and the price is so much, around KRW 90.000. We stopped at Ulsan University at 2 am and we separated there. Now, I was confused how’s to go to Ulsan station in this dark cold night. So, I decided to wait morning and slept all night in McDonal.

One thing that you have to know about Korea. You will never get lost here, because Korea Government have provided website to inform anything about street, place, or transportation. That’s why, I prefer browsing in the internet instead of asking people. Hehe. One thing again that makes me amaze here. Most of public services are digital and automatic. So, without knowing Korean Language, you can be able to survive. Morever every street label in Korea are not just provided in Hangeul, but also English even Chinese as well.

with some other supporters in Ulsan station

After morning came, I took a bus, and finally I arrived at Ulsan station at 6 am (Friday). I still didn’t see other Wow Korea Supporter yet since the appointment for meeting was at 11 am. I was so sleepy, I was so tired, and I was so hungry. But finally It’s over when other Wow Korea Supporter came and we began the trip. My sleepiness, my exhausted, and my hungriness suddenly lost. I was so excited.


On the first day, we went to Daewangan Park. It was so windy, but all the beautiful sceneries covered it. In Daewangan Park, we can see the seaside is littered with rocks carved into interesting shapes by the wind and ocean. So beautiful. 

Daewangan Park
 After that, we went to Hyundai Heavy Industries (HHI). We explored on Ansan Memorial hall and learn about HHI workers, philosophy, activity, and many more. We also be invited to see directly how’s huge ship are built. I did still amaze how can they build these giant ships. In my mind, I just thought maybe it is what they said “Titanic”. Haha. The next trip was Oegosan Onggi Village (OOV). Onggi means earthenware. So here we can see many traditional or unique onggi crafts. Even, I could see many onggi’s from various countries, belonging to Indonesia. I felt touched. Hehe. After that, “Busaaaaaan, we are comiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!”

In Busan, we stayed in Dong Busan Hotel and believe me this hotel is really luxurious, looked from all the facilities.  Actually, we had game and party at that night in hotel. But I was so tired because “you know what I mean”, so I didn’t join. Unfortunately. L

Maple tree in Dalmaji Road

Saturday morning, I woke up freshly and I was ready for the second day adventure. After breakfast, we went to Haedong Yonggung Temple. Haedong Yonggungsa Temple is located on the coast of the north-eastern portion of Busan. It was really nice because rare of a temple along the shoreline like this. Most temples in Korea are located in the mountains.


The next trip was Dalmaji Road. Dalmaji-gil Road is a small walkway on the corner to Songjeong Beach. Here’s I found maple trees with gradation color which really showed autumn. In Dalmaji road, actually me and my team had practiced to sing and dance “Kom Sae Mari” song. Unfortunately, we have no time to record this. This trip just too fast for us. 

my team

After Dalmaji Road, we were going to Haeundae. We went to Shinsegae Mall, a big shopping center in Asia. Then we went to Busan Aquarium. In Busan Aquarium, we can find various species of fish, algae, reptiles, and amphibians. Then, we went to Gwangan ri Beach. The beach scenery is really beautiful with skyscrapers around it. And Finally, the second day trip was closed with spectacular 9th Busan Fireworks Festival in Gwangalli Beach. It’s really famous, so that many people came to watch it, not only Korean native. To avoid traffic jam, every vehicles were prohibited to pass the street, and we had to walk to the location. Maybe it’s around 2 km and it looks like carnival. It’s tiring and cold, but it was paid by 2 hours non stop colorful fireworks dancing in the sky. So worthy!

it is the video of Busan Fireworks Festival

at Nampo dong
The third day or we can say the last day, we went to Taejongdae. It’s famous for its rock beach. Featuring its highest peak at 250 meters, there are forests of pine trees and other 200 varieties of trees. After that, we went to Nampo dong, a market that also famous in Busan. Many street food are also provided here. In Nampo dong we can also find Busan International Film Festival and see bronze handprints of the star on the street.


And unfortunately, our trip were ended here. We separated with others Wow Korea Supporters to return to their each hometown. Some of them returned together to Seoul, and the others returned individually. I was included in individually return. So, my adventure was not over yet. In Busan, I used subway for going to Busan terminal. And believe me, it was the first time I used Subway. I was like so astonished. Hehe. After that, I used bus to go to Gangneung. It’s better that using Mughunwa because it only took 5 hours. I really miss this amazing journey and I can’t wait for the next trip. Thanks Korea Tourism Organization, I am so lucky being part of Wow Korea Supporter.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

I want to live my life to the absolute fullest, to open my eyes to be all i can be, to travel roads not taken, to meet faces unknown, to feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself, to stand tall with greatness, to chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Popular Posts

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com