Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Wednesday, November 20, 2013

I am stupid

Pernahkah kau menjadi orang yang sering mereka sebut-sebut pintar hanya karena IPK-mu yang tinggi? atau karena kau selalu mengambil extra sks? Atau karena kau selalu mendapat nilai A,B dan bahkan tidak pernah mendapat nilai C ke bawah. Atau karena kau selalu bisa mengerjakan tugas atau PR dari dosen, duduk di bagian depan, tidak pernah absen dari kelas, mencatat segala yang diajarkan?

Aku pernah, dan aku menyesal. Sejak SD, SMP, SMA, dan bahkan kuliah aku selalu seperti itu. Karakter sepeti itu seperti sudah melekat di diriku dan membuatku mendefinisikan itulah yang disebut “pintar”. Ketika aku lulus SMA, aku akui karakter seperti itu membuatku beruntung. Karena dengan seperti itu aku bisa melanjutkan akademikku ke tingkat tinggi, kuliah. Di kuliah pun aku masih seperti itu, dan sekarang ini justru membuatku takut.




Mungkin dalam hal mengikuti sistem “akademik”, kau bisa menyebutku pintar. Karena akademik berorientasi pada nilai, tugas, ujian, duduk di kelas, dan lain sebagainya. Tapi aku sadar, tak selamanya aku akan begini. Apa selama hidup kegiatanku hanya menjadi pelajar? Tidak bukan? Suatu saat aku akan menjadi pekerja. Dan ketika bekerja nanti tidak akan ada yang namanya duduk di kelas mendengarkan dosen, mengerjakan PR, ujian, dan semua teori-teori lainnya. Saat itulah tidak ada yang namanya pintar dan bodoh, tapi kaya dan miskin.

Tak perlu munafik, semua orang pasti lebih memilih kaya daripada miskin, sama halnya orang lebih memilih pintar daripada bodoh. Kini aku takut. Aku telah terbiasa bekerja sebagai pelajar, aku takut jika aku harus bekerja sebagai pekerja sesungguhnya, di masyarakat.

Mungkin kau tinggal berkata “Bekerja tinggal mempraktikan ilmu kuliahmu!”. Ya, aku tahu. Tapi tak semudah itu. Selama ini aku terlalu berorientasi pada nilai. Setiap ujian pun jujur aku bisa mengerjakan sendiri dengan baik. Tapi, tahukah kau seminggu atau dua minggu setelahnya semua yang satu semester ini aku pelajari telah aku lupakan dan segarkan untuk ujianku berikutnya. Mungkin itulah sebabnya aku bisa mendapat nilai A atau B tiap semesternya, tapi aku merasa tidak ada apa-apa di otakku.

Bahkan kau tahu? Sebagai seorang mahasiswa ilmu computer yang sudah setengah sarjana saja aku belum sama sekali bisa membuat program aplikasi yang benar-benar bisa digunakan end user. Aku tahu teori-teorinya, tapi aku tidak bisa mempraktikannya. Aku bodoh! Aku iri pada teman-temanku. Sebenarnya aku lebih memilih seperti mereka. Tak apa nilaiku tidak A atau B, asal aku bisa setidaknya mempraktikan satu ilmu saja dan menekuninya.


Semoga aku belum terlambat. Sekarang aku tahu bagaimana aku harus bersikap di semester 6 dan seterusnya.

0 Komentar:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

I want to live my life to the absolute fullest, to open my eyes to be all i can be, to travel roads not taken, to meet faces unknown, to feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself, to stand tall with greatness, to chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Popular Posts

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com