Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Wednesday, February 5, 2014

Sejenak

Kini ketika sejenak telah mengizinkanku kembali
Ku rasakan sejenak memberi kenanganku lagi
Sejenak mebawaku pada halamanku
Sejenak membisikkan berjuta ambigu lekat
Rasa yang tak pernah ku temui di halaman mereka
Sejenak mulai membuatku tertunduk
Di halamanku sejenak membuatku merasakan tidur lelap walau sedetik
Di halamanku sejenak memberiku ruang tuk ku hirup walau sejengkal
Di halamanku sejenak memberiku cahaya tuk menerangi walau secerca
Di halamanku ku rasakan beribu doa mengitariku
Di halamanku aku selalu punya waktu untuk memperhatikan diriku
Walau itu sejenak, tapi itulah sejenak
Mungkin sejenak pula yang akan mengembalikanku pada halaman mereka
Kembali bertarung tuk capai sejenak kedamaian cita
Dalam luka, sakit, dan darah
Dan ketika itulah kuharap sejenak benar-benar sejenak
Hingga ketika sejenak membawa kedamaian cita
Ku harap sejenak tak lagi sejenak


0 Komentar:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Google+ Followers

Follow Me

Translate

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com