Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Monday, September 29, 2014

Gigiku sayang, gigiku malang

Setahuku...

Aku sedang bermimpi.

Seperti biasa, mimpi ini buram dan gelap. Aku sedang di dokter gigi, membersihkan gigiku. Scaling namanya. Semacam cara membuat gigiku lebih putih. Bukan! Bukan bleaching. Tapi kerak kuning di gigiku di-kerok habis-habisan. Hasilnya memuaskan. Gigiku putih sekali.

Setelahnya aku mampir ke rumah temanku, kemudian mengantarkan dia membeli kue ulang tahun. Tiba-tiba masih dalam keadaan gelap di alam mimpi, aku mendengar rombongan orang berteriak-teriak,

“Tariiiik!!!”

“Angkaaat! Angkat!”

“Untung tidak apa-apa ya?”

“Sampai masuk ke kolong bis ini!”

Samar! Mimpi ini masih tak begitu jelas. Kemudian mimpi ini membawa pada setting di dalam angkutan. Aku melihat sebuah tangan menyodorkan handphone-ku ke temanku tadi. Temanku berteriak ,

 “Hape-ku mana? Hape-ku mana?”.

“Sudah! Sudah! Yang penting jalan dulu!”

Kemudian keadaan gelap kembali.

Beberapa saat setelahnya, tiba-tiba mataku terbuka dan setahuku aku terbangun dari mimpiku.

Tapi....

Kok?

Tempatnya berbeda?

Bukannya tadi aku sedang tidur di rumah?

Dimana ini?

Pakaianku...

pakaianku kenapa sama dengan yang di dalam mimpi?


“Mbak gigit ini!” seorang suster memasukan kain kasa ke dalam mulutku.

Oh tidak! Mulutku penuh dengan darah.

“Mbak miring terus ya?” Suster lain bicara padaku sambil mengusapkan obat ke luka menganga lebar di pantatku.

Tidak lagi! Ternyata lebih banyak darah lagi di situ! Oh ya! Di kaki juga! Di tangan!

Apa yang terjadi??

Aku mencoba mengingat-ingat. Apa yang sebenarnya terjadi. Pikiranku melayang.

Aku izin keluarga untuk ke dokter gigi. Setelah itu....

Aku mencoba mengingat kembali.

Aku ke rumah temanku. .

Ah! Ternyata tadi itu bukan mimpi...

Kami membeli kue ulang tahun, kemudian kami mengambil motor dari parkiran. Setelah itu...

AH! Apa yang terjadi? Aku benar-benar tak ingat sama sekali.

Aku hanya bisa mendengarkan dari sekitar. Ada banyak suara, seperti dari polisi, wartawan, warga sekitar, dan juga suara temanku di bilik sebelah.

“Itu mbak itu yang parah!”

“Iya! Untung nggak apa-apa dia. Sampai keseret di bawah bis.”

“Di lampu merah itu lho. Motor-motor lagi berhenti tiba-tiba bisnya nabrak dari belakang. Rem-nya blong katanya.”

Ya Allah!! Benarkah aku kecelakaan? Apa ini aku masih mimpi?

Ah tidak! Aku benar-benar KECELAKAAN!!!

 Aku pun mengamati tubuhku sendiri. Kakiku? Bagaimana ini? Alhamdulillah masih bisa bergerak!

Tanganku! Tanganku.. Bisa! Iya bisa!

Kepalaku? Tidak ada yang berdarah kan? Alhamdulillah..

Tunggu!

Gigiku? Gigiku patah... Iya!  Gigiku... GIGIKUUU!!! Bagaimana ini? Setelah aku bersenang kerak di gigiku hilang, kini sampai segigi-giginya pun hilang. Ya Allaaaah...

Sesal! Sedih! Panik! Tidak percaya.. Semua campur aduk.

"Tenang Fifa! Yang penting kamu tidak apa-apa. Masalah gigi, bisa diganti gigi palsu". Aku mencoba menenangkan diri sendiri.

Setelah aku mulai tenang, kemudian aku mencoba bangun

dan....

‘Argghht!!!’ bahu kananku sakit sekali.

Aku raba bahuku dan seperti ada benjolan di situ. Benjolan keras seperti tulang mencuat. YA ALLAAAHHH... Apalagi ini?

Masih mulut penuh darah yang menggigit kain kasa, aku mencoba memanggil suster.

“Mmmm... Mmmmm!! Mmm!” ucapku sambil menunjuk bahu kananku dengan tangan kiri.

“Wah! Ini fraktur!”

Oh tidak apa itu fraktur? Aku tidak mau.. Ya Allah.. Baiklah tidak apa gigi patah. tapi ini....

Suster itu kemudian membawakan gendongan untuk tangan kananku.

“Jangan banyak bergerak ya mbak”

Akhirnya aku hanya duduk terdiam sambil merenung. Segala macam pertanyaan muncul di kepalaku.

Kenapa ini terjadi padaku?

Apa salahku?

Hikmah apa yang Kau rencanakan ya Allah?

Tiba-tiba ada seseorang yang memberikanku handphone. Iya! Itu handphone-ku. Aku pun langsung sms ke ibuku.

"Bu... Aku kecelakaan"


Bersambung....

0 Komentar:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

Hi.. I am Fifa.
I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all i can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Google+ Followers

Follow Me

Translate

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com