Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Sunday, September 6, 2015

Allah Selalu Mengabulkan Apa yang Aku Pinta

Pernah aku berpkir… jika dunia ini hanya mempunyai satu warna, misal saja “putih”. Mungkinkah kita mengenal hitam?

Jadi seperti ini..

Jika aku bertanya.. Apa kamu tahu bagaimana warna “rilo” itu? Apa? Kamu bahkan belum pernah mendengar kata “rilo”? Rilo? Kamu tidak tahu warna rilo?

Yah.. memang kata “rilo” itu tidak ada. Kenapa? Karena kita tidak dihadapkan dengan lawanan dari kata “rilo” tadi.

Maksudnya seperti ini. Kita mengenal kata “malam”, karena kita tahu ada kata “siang”. Kita mengenal kata “perempuan”, karena kita tahu ada kata “laki-laki”.

Bayangkan jika dunia ini selalu siang, apakah akan muncul kata “malam”? bahkan apakah kita tetap menyebutnya “siang”? Mungkinkah kita justru tak punya sebutan untuk “siang” karena memang dia tidak punya lawanan katanya?

Bayangkan jika semua orang adalah perempuan, apakah akan muncul kata “laki-laki”? bahkan apakah kita tetap menyebutnya “perempuan”? Mungkinkah kita justru tak punya sebutan untuk “perempuan” karena memang dia tidak punya lawanan katanya?

Ah… ngomong apa aku ini? Kenapa tidak sama dengan judul tulisanku ini…

Jadi begini… tulisan ini sebenarnya hanya untuk mengingatkanku saja..

Jujur… aku pernah gagal (bahkan sering).. tak perlu naïf. Kadang aku bertanya, “Ya Allah.. kenapa kau tak kabulkan doaku?”

Aku meminta Allah agar merasa bahagia, tapi aku mendapatkan sedih.
Aku meminta Allah agar merasa sehat, tapi aku mendapatkan sakit.
Aku meminta Allah agar merasa kenyang, tapi aku mendapatkan lapar.

Kemudian aku sadar.. Jika aku tidak merasa sedih, bagaimana aku bisa merasa bahagia? Jika aku tidak mendapat sakit, bagaimana aku merasakan sehat? Jika aku tidak merasa lapar, bagaimana aku bisa merasakan kenyang?

Sama halnya perumpaanku di atas.. Jika di dunia ini tidak ada malam, mungkinkah kita sadar keberadaan “siang”? Jika tidak ada laki-laki, mungkinkah kita sadar keberadaan “perempuan”?

Mungkin… jika aku tidak pernah merasakan sedih, tidak pernah merasakan sakit, tidak pernah merasakan lapar.. Aku tidak akan sadar keberadaaan bahagia, sehat, atau kenyang. Aku tidak akan tahu bagaimana rasanya, karena aku tidak merasakan lawanan katanya.

Yah.. mungkin begitulah cara Allah menjawab doaku. Ketika aku meminta bahagia, Allah memberikan aku kesedihan terlebih dulu, agar aku merasakan bagaimana bahagia itu. Ketika aku meminta sehat, Allah memberi aku sakit terlebih  dulu, agar aku merasakan bagaimana sehat itu. Ketika aku meminta kenyang, Allah memberi aku lapar terlebih dulu, agar aku merasakan bagaimana kenyang itu.

Maha besar Allah! Pada dasarnya Dia selalu mengabulkan doaku.  Aku hanya perlu melihat dari sudut pandang setelahnya.
Setelah aku sedih..
sedih itu hilang..
ada rasa lain muncul..
rasanya berbeda..
dan menenangkan..
Ini pasti “bahagia”..

Allah mengabulkan doaku. Aku benar-benar merasakan bagaimana bahagia itu.

0 Komentar:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

Hi.. I am Fifa.
I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all i can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Google+ Followers

Follow Me

Translate

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com