Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Thursday, September 15, 2016

Late night random thought



Hola! Lagi-lagi ga bisa tidur. I don't know whether this's caused I had really full night sleep yesterday or just my overthinking mind.

Tiba-tiba aku kepikiran, kenapa orang kristen beribadah setiap hari minggu? Apakah karena ini hari libur jadi orang kristen sepakat bahwa ibadahnya minggu saja? atau justru karena ini hari yang biasa digunakan untuk ibadah orang kristen jadi dulu muncul kesepakatan bahwa minggu dijadikan hari libur?

Kalau ternyata alasan pertama yang benar, aku semakin bertanya lagi. Siapa yang dulu mencetuskan bahwa hari liburnya di hari minggu? Jadi kepikiran, gimana kalau hari liburnya di hari jumat saja? Jadi pagi atau sorenya orang kristen bisa ibadah. Siangnya orang islam bisa sholat jumat.

Haha.. aku bukan bermaksud SARA atau gimana? hanya saja hobby-ku yang suka bergumul dengan foreigner, dunia internasional, membuatku menjadi minoritas muslim.

Kadang ketika ada jadwal hectic di hari jumat, aku sering bertanya-tanya. Untung aku cewek, gimana cowok kalau mau sholat jumat.

Oh ya, menjadi minoritas muslim juga membuatku sadar bahwa memakai jilbab itu unregretful banget. Di dunia international, kadang menanyakan agama itu agak sensitif gimana gitu. Jadi mereka yang melihat jilbabku akan tahu aku muslim, mereka menghormatiku, dan ga jarang ada yang ngingetin sholat.

Mungkin ini salah satu fungsi jilbab sebagai identitas ya??

Jadi kepikiran lagi.. Di sosial meda sering banget aku nemuin post-post tentang dakwah/seruan berjilbab, tapi alasannya selalu tentang membantu laki-laki untuk menundukan pandangan.
Jujur, aku agak kontra dengan alasan tersebut. Lain halnya jika seruan berjilbab tersebut dengan alasan sebagai identitas, maka aku pro sekali. Mungkin karena aku baru mendapat hidayah.. eilah.. “mendapat hidayah”, maksudku mendapat pengalaman tentang fungsi berjilbab yang sebagai identitas. Haha.

Tapi tetap saja, aku kontra. Oke mungkin bukan kontra, tapi agak “ga srek”, jika wanita harus berjilbab dengan alasan agar laki-laki bisa menjaga pandangannya. Kesannya kayak….”Masak sih laki-laki segitunya ga bisa nahan nafsu?”

Oke… aku bukan laki-laki, jadi ga tau. Mungkin memang ada laki-laki yang seperti itu. Kita ga bisa menyalahkan hormon orang juga kan ya.

Tapi ya.. menurutku, hormon itu ibarat gen/bawaan.. jadi pengaruhnya cuma secuil persen aja, yang paling berpengaruh besar adalah lingkungan.

Maksudku, jika di lingkungannya laki-laki sudah terbiasa melihat wanita dengan hot pants dan pakaian sleeveless, maka bagi mereka ya itu biasa saja. Sehingga kemudian jika mereka ditemukan dengan wanita yang topless, mungkin itu akan menjadi sesuatu yang luar binasa.

Contohnya… mungkin… seperti yang biasa terjadi di luar negeri? Atau yang terjadi padaku. Aku cewek, tapi jujur.. dulu.. waktu jaman masih sekolah, aku merasa risih tiap ganti baju olahraga bareng temen-temen kelas. Akibatnya aku milih ganti baju sendirian di kamar mandi sampai sepi. Tapi sekarang, semenjak aku ngekos. Risihku ilang, aku biasa aja ganti baju di depan temen cewekku. Karena aku telah biasa melihat temanku ganti baju di depanku juga.

Jadi aku berkesimpulan… kebiasaan, atau lingkungan. Itu yang berpengaruh lebih besar. Apa yang telah biasa orang lihat, tidak akan membuat orang itu merasa luar binasa.

Hey… Aku jadi kepikiran lagi….

Dulu, dakwah-dakwah di social media selalu tentang berjilbab. Itu saja. Sudah. Jadi yang dibandingkan adalah orang tak berjilbab dengan orang berjilbab.

Sekarang, dakwahnya berubah jadi berjilbab/berhijab syar’i yang panjang. Jadi yang dibandingkan adalah orang yang berjilbab biasa dengan orang yang berhijab panjang.

Aku jadi bertanya-tanya, apa dakwah untuk berhijab syar’i muncul karena berjilbab saja tidak cukup? Maksudku, orang yang berjilbab sudah banyak. Jadi KKM* laki-laki juga ikut meningkat dalam memandang/menilai wanita berjilbab. Mereka butuh wanita lebih tertutup agar bisa menjaga pandangan. Hmmm.. Lalu apa yang terjadi jika wanita berhijab panjang sudah banyak, mungkinkah KKM* laki-laki naik lagi, dan wanita harus memakai cadar? Bagaimana jika wanita sudah banyak yang bercadar, mungkinkah KKM* laki-laki semakin naik, dan wanita harus dirumah saja?

Aku ga tau apa kata yang tepat untuk mengganti KKM, bahkan aku ga tau itu singkatan apa. KKM biasa digunakan di sekolah-sekolah sebagai batas tuntas nilai. Jadi jika seorang guru memandang siswanya sudah banyak yang dapat nilai bagus, KKM akan dinaikan lagi. Begitu seterusnya.

Oke.. aku udah ngantuk. Langsung ke kesimpulan saja. Sama seperti nilai di sekolah. Mungkin setiap laki-laki punya KKM-nya masing-masing dalam memandang mana wanita yang biasa atau yang luar binasa. Jadi setiap laki-laki berbeda-beda. Tergantung bagaimana hormon dan lingkungan mereka. Jadi tidak adil rasanya jika menganggap “semua” laki-laki punya KKM tinggi sehingga “semua” wanita harus menutup diri demi mereka.

Pesan moral :
Jangan perlihatkan tubuhmu, kecuali yang “biasa” terlihat di dirimu. Misal : di barat sudah biasa dengan tanktop, ya jangan tiba-tiba topless. Di arab sudah biasa pakai jilbab, ya jangan tiba-tiba kelihatan rambutnya. Di Indonesia yang biasa pakai kebaya, jangan tiba-tiba pakai koteka. Yang biasa pakai koteka, jangan tiba-tiba ga pakai apa-apa.

Terus satu lagi…

Jika ada pelecehan seksual terjadi pada wanita, jangan salahkan bagaimana dia berpakaian. Dimana-mana korban adalah korban, dan tersangka yang salah. Sama halnya jika terjadi pencurian harta di rumah seorang bangsawan, jangan salahkan karena dia kaya. Korban adalah korban, pencuri itu salah.

Satu lagi…

Ah.. bercanda…


Aku ngantuk mau tidur.. Bye..

PS : tulisan random late night thought selalu ditulis langsung dari pikiranku, tanpa melalui tahap editing. Bisa saja suatu hari nanti aku edit, atau malah aku hapus. FYI.

0 Komentar:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Google+ Followers

Follow Me

Translate

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com