Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Sunday, January 29, 2012

KENAPA AKU MENULIS?

pertanyaan ini awalnya bikin gue bener-bener muter otak. tapi dari muternya otak gue itu gue justru banyak bernostalgia, tentang awal-awal gue menulis. yaps, menulis itu udah hobi gue, dari zaman SD dulu malah.
gue inget dulu waktu SD kelas tiga gue sempet pengen bikin cerita. ceritanya berkutat soal fairytale. ya, taulah. dulu gue suka banget cerita2 gituan. dan gue malah berpikiran buat nulis itu. hobi nulis gue ini juga beriringan dengan hobi gue nggambar. gini-gini gue juga bisa nggambar kali. waktu kelas tiga SD dulu itu, gue sempet nggambar karakter-karakter fairytale gue. judulnya adalah "PUTRI BUNGA". hahaha.. kisahnya, sumpah deh fairytale banget! waktu lulusan SMA kemarin n gue lagi bongkar-bongkar buku, gue sempet nemu gambar karakter-karakter itu. sayangnya gue gag nemu tulisan cerita Putri Bunga. pasti lucu kali ya? waktu SD gue juga sempet ikut lomba nulis, dan DAPET JUARA DUA (tingkat kecamatan).
Pas SMP, gue mulai nyoba nulis novel. Novel yang berkisah tentang kisah asmara gue. xixixi. sayangnya, novel belum kelar ditulis, gue udah males nglanjutin. Pas SMA kelas satu gue sempet mau nglanjutin. eh, malah otak gue buntu dan keluar jalur. yang awalnya berupa kisah asmara, malah jadi kisah sedih di malam minggu. huhu #galau. kembali pas lulusan SMA, pas gue lagi bongkar-bongkar buku. gue nemu tuh teks novel gue, sayangnya teks yang awalnya ilang, gue cuma nemu teks yang ceritanya udah di tengah.
Pas SMP gue juga hobi nulis diary lho. jangan bayangin diary gue bener-bener di buku diary, apalagi warna Pink. coz gue nulis di buku tulis biasa, haha.. yang kebanyakan sisa dari buku-buku pelajaran gue, lalu gue jepret jadi satu. bagi gue nulis tuh medianya apa aja deh, yang penting bisa nulis. gue aja dulu pernah nulis di daun pisang. (serius!), waktu SD, pas lagi main sekolah-sekolahan ma temen-temen.
Pas SMA, gue mulai aktif nulis cerpen, kalo mau lihat cerpen gue, ada di posting blog yang dulu-dulu, ada juga tersimpan di sela-sela sisa buku pelajaran gue, sebagian juga di laptop gue. gue juga sempet ngikutin cerpen gue di lomba gitu. dan masuk nominasi plus diantologikan. (aseeekk). gue juga sering ngirim puisi-puisi english gue n dimuat di majalah Hello. ehehe
kuliah ini, gue mulai nyoba nulis Karya tulis buat diikutkan PKM. doain ya? masuk PIMNAS. dan gue juga mulai nulis diary lagi, tapi kali ini di blog gue. seperti kata gue sebelumnya, nulis tuh bisa di media apa aja. haha. dan akhirnya blog ini, yang dulunya (waktu SMA) jadi kumpulan karya-karya sastra gue, sekarang jadi kumpulan isi hati gue pas nggalau.
gitu aja deh. kayaknya gue bukan nulis kenapa gue nulis, tapi malah sejarah gue nulis ya? wkwkwk.. oke deh. kenapa gue nulis? jadi jawabannya "hobi"
Read More

EMPAT PULUH HARI

Hari ke-1
Briyan: “Haa!!! Siapa kau?”
Reva: “Jangan banyak bergerak. Kau masih sakit. Berbaringlah dulu.”
Briyan: “Tapi kamu siapa?”
Reva: “Aku gadis yang bertabrakan denganmu tadi. Maaf telah membuatmu seperti ini.”
Briyan: “Oh, jadi kamu pengendara mobil tadi? Lihat! Gara-gara kamu aku tak bisa berjalan lagi! Kakiku pincang sekarang!”
Reva: “Maafkan aku!”
Hari ke-2
Briyan: “Kenapa semua orang tak bisa melihatmu?
Reva: “Sebenarnya aku sudah meninggal waktu kecelakaan denganmu kemarin.
Hari ke-4
Briyan: “Kenapa sih kau tak pergi dari sini?
Reva: “Aku tak akan pergi sebelum empat puluh hari.
Briyan: “Tapi aku lebih suka kau tak di sini! Gara-gara kamu semua orang bisa menganggapku gila karena berbicara dengan arwah gentayangan sepertimu!”
Hari ke-6
Reva: “Kau terlihat senang sekali hari ini. Ada apa?
Briyan: “Ya, tentu saja. Aku sudah bsa pulang ke rumah besok. Jadi aku tak perlu berlama-lama di rumah sakit ini bersama arwah bodoh sepertimu!”
Hari ke-7
Briyan: “Kenapa kau masih saja mengikutiku? Pergilah!!!”
Reva: “Aku ingin membantumu. Bolehkah aku mendorong kursi rodamu ini?”
Briyan: “Tak perlu! Jangan ikuti aku! Aku akan pulang ke rumah sekarang!”
Hari ke-8
Briyan: “Hei!!! Kenapa kau ada di kamarku?”
Reva: “aku tak tahu harus pergi kemana?”
Briyan: “Pergilah! Jangan ganggu aku! Dasar arwah bodoh!”
Reva: “Tapi cuma kamu yang bisa melihatku. Ku mohon! Izinkan aku bersamamu selama empat puluh hari saja.”

Hari ke-10
Briyan: “Jangan ikuti aku, arwah bodoh! Aku mau ke kamar mandi!”
Reva: “Ouh.. maaf!”
Hari ke-12
Briyan: “Bisakah kau pergi sebentar saja! Aku tak bisa tidur kalau kau terus-terusan berada di depanku seperti ini!”
Reva: “Aku kan Cuma diam saja? Tapi, baiklah. Aku menyingkir dulu.”
Hari ke-15
Reva: “Besok kau mulai bisa sekolah lagi kan? Kau pasti senang sekarang.
Briyan: “Entahlah. Aku malah khawatir. Aku takut semua orang akan menjauhiku karena keadaanku yang seperti sekarang ini.
Reva: “Sudahlah! Jangan pesimis begitu. Aku boleh kan ikut denganmu besok?”
Briyan: “Tak perlu! Dasar arwah bodoh! Di sini saja kau sudah sangat mengangguku. Apalagi di sekolah nanti.”
Hari ke-18
Reva: “Kenapa kau tampak sangat sedih sekarang? Bagaimana sekolahmu tadi?”
Briyan: “Tadi aku diputuskan pacarku. Mungkin dia malu punya pacar yang pincang sepertiku.”
Reva: “Sudahlah! Itu berarti dia tidak sungguh-sungguh mencintaimu. Lupakan saja!”
Hari ke-20
Reva: “Hei!!! Bangun tukang tidur! Hari ini kau sekolah kan?”
Briyan: “Iya.. iya.. sebentar lagi!”
Reva: “Cepatlah! Kau bisa terlambat nanti, briyan!”
Briyan: “Iya, arwah bodoh! Cerewet kau!”
Hari ke-22
Reva: “Di sini kau rupanya. Sedang apa kau sendirian di gudang sekolah?”
Briyan: “PERGII KAU!!!”
Reva: “Bri… Briyan? Kamu menangis? Ada apa?”
Briyan: “Semua ini gara-gara kamu! Kemarin aku diputuskan pacarku dan sekarang aku dikeluarkan dari tim basket sekolah. Semua temanku menjauhiku. Aku bukan siapa-siapa lagi sekarang!”
Reva: “Maafkan aku! Andai aku bisa membantumu.”
Briyan: “Pergi kau! Dasar arwah bodoh! Kenapa aku harus bertemu denganmu? Gara-gara kamu aku pincang seperti ini. Sekarang semuanya telah hancur! Dan itu gara-gara kamu! Kenapa aku harus bertabrakan denganmu? Huh! Hidup ini memang tak adil.”
Reva: “Briyan.. tenanglah! Kau masih beruntung, Briyan. Kamu hanya pincang. Sedangkan aku, kau tahu kan? Aku tak akan pernah merasakan kehidupan lagi. Aku sudah mati!”
Briyan: “Lebih baik aku mati! Dari pada hidup seperti ini! Tak ada gunanya lagi aku hidup!!”
Reva: “Apa yang kau katakan? Jangan seperti itu, Briyan?”
Briyan: “AHH.. PERGI KAU!”
Hari ke-23
Briyan: “Kemana saja kau? aku mencari-carimu. Maafkan aku ya soal kemarin itu?”
Reva: “Aku pikir kau akan senang jika aku pergi.
Briyan: “Maafkan aku.”
Reva: “Ya sudah. Tak perlu dipikirkan.”
Briyan: “Oh, iya. Namamu siapa?”
Reva: “Namaku Reva. Kenapa memangnya? aku lebih suka kau panggil ‘arwah bodoh’”.
Briyan: “Haha.. dasar arwah bodoh!”
Reva: “Hahaha.. aku senang melihatmu tertawa.”
Hari ke-25
Reva: “Rupanya dulu kau nakal juga ya? Sering bolos sekolah, sering dihukum guru, suka menindas temanmu yang lemah. Kau terlalu sombong dengan kepopuleranmu sebagai bintang basket sekolah. Pantas saja kau tak punya teman sekarang.”
Briyan: “Memangnya kenapa?”
Reva: “Itu tak baik, Briyan. Cobalah untuk berubah!”
Hari ke-27
Reva: “Ku rasa kau harus berjalan berjalan. Cobalah untuk berdiri. Aku akan membantumu!”
Briyan: “Aku tak yakin aku bisa.”
Reva: “Kau tak pernah tahu sebelum kau mencoba!”
Hari ke-28
Reva: “Hei! Kenapa kau diam saja? Apa yang kamu pikirkan?”
Briyan: “Aku teringat mantan pacarku.”
Reva: “Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Aku yakin masih banyak yang mau denganmu.
Briyan: “Kalau denganmu bagaimana?”
Reva: “Hahaha.. sudahlah! Jangan bercanda.”
Hari ke-30
Briyan: “Kenapa kau bisa ke surga?”
Reva: “Kau tahu kan? aku mati karena kecelakaan. Arwahku belum bisa diterima. Aku akan tinggal dulu di dunia ini selama empat puluh hari”
Hari ke-32
Briyan: “Uh! Malam minggu yang membosankan! Aku bosan di rumah. Reva, maukah kau menemaniku keluar?”
Reva: “Kemana?”
Briyan: “Melihat bintang di luar sana.”
Reva: “Baiklah.”
Hari ke-34
Briyan: “Waktu kamu masih hidup, kamu kelas berapa?”
Reva: “Kelas dua SMA. Sama sepertimu.”
Hari ke-35
Briyan: “Lihatlah aku sudah bisa berdiri sekarang.”
Reva: “Baguslah! Sekarang cobalah melangkahkan kakimu. Aku akan memegangimu.”
Hari ke-36
Briyan: “Bisakah kau mengajariku tentang pelajaran ini? Aku tak begitu mengerti dengan ini.”
Reva: “Tentu saja! Tumben kamu mau belajar?”
Briyan: “Semua ini juga karenamu. Terimakasih telah menasihatiku selama ini. Mulai sekarang aku akan berubah.”
Reva: “Baguslah. Ya sudah, mana yang isa ku bantu?”
Hari ke-38
Reva: “Ternyata kau suka nonton film juga ya?”
Briyan: “Tentu saja. Memangnya kau juga suka?”
Reva: “Suka sekali.”
Briyan: “Kalau begitu, lain kali akan ku ajak kau nonton ke bioskop.”
Hari ke-39
Briyan: “Kenapa warnamu mulai memudar?”
Reva: “Sekarang hari ke-39. Besok aku sudah akan pergi.”
Briyan: “Benarkah? Kenapa begitu cepat?”
Hari ke-40
Pukul 07.00
Briyan: “Lihatlah, rev! aku sudah bisa berjalan sekarang! Haha.. lihat!!! Aku juga bisa melompat! Lihatlah, Rev! haha…”
Reva: “Ha… iya… aku ikut senang,yan!”
Briyan: “Terimakasih, Rev! selama ini kau sudah membantuku berlatih berjalan.”
Reva: “Ya, aku senang bisa membantumu.”
Pukul 14.00
Reva: “Kenapa kau murung?”
Briyan: “Kau yakin akan pergi hari ini?”
Reva: “Ya, ku rasa begitu. Hari ini tepat hari ke-40.”
Pukul 20.00
Briyan: “Tubuhmu semakin memudar, Rev!”
Reva: “Mungkin sebentar lagi aku akan menghilang. Jadi, tak akan ada lagi yang mengikuti kemanapu kau pergi. Tak akan ada lagi arwah bodoh yang mengganggumu. Kau bisa tenang sekarang, Yan.”
Briyan: “Dasar arwah bodoh! Kau pikir aku akan tenang kalau kau pergi?”
Reva: “Bukankah selama ini aku telah merepotkanmu?”
Briyan: “Uh! Kau memang tak pernah bisa mengerti.”
Reva: “Mengert apa?”
Briyan: “Jika kau pergi, tak akan ada lagi yag membangunkanku waktu pagi, tak kan ada lagi yang menasihatiku, tak kan ada lagi yang memperhatikanku, tak ada lagi arwah bodoh yang bisa mengubahku menjadi seperti sekarang ini.”
Pukul 22.00
Briyan: “Aku tak mau kehilanganmu, Rev!”
Reva: “Jika aku bisa memilih. Aku juga tak mau pergi darimu, yan!”
Briyan: “Apa tak bisa lebih lama lagi? Ku mohon. Tinggallah beberapa hari lagi di sini.”
Reva: “Andai aku bisa, Yan. Aku juga ingin tetap di sini. Tapi aku tak bisa, aku harus pergi.”
Briyan: “Aku tak ingin kau pergi, Rev! bahkan aku belum mengajakmu nonton ke bioskop kan?”
Reva: “Maafkan aku.”
Pukul 23.00
Briyan: “Tuhan, kenapa kau pertemukan kami bila akhirnya kau akan memisahkan kami?”
Reva: “Jangan sesali pertemuan kita, Yan. Mungkin Tuhan ada maksug lain dengan semua ini.”
Briyan: “Aku tak akan pernah menyesal bertemu denganmu, Rev! walaupun Cuma 40 hari kita bersama, tapi kau telah memberiku berjuta arti kehidupan.”
Pukul 23.30
Reva: “Maukah kau menemaniku keluar, Yan? Aku ingin melihat bintang untuk terakhir kalinya bersamamu.”
Briyan: “Tentu saja!”
Pukul 23.45
Reva: “Kau lihat bintang yang paling terang itu?”
Briyan: “Ya, aku melihatnya.”
Reva: “Jika nanti kau rindukan aku, lihatlah bintang itu. Karena kau akan ada di sana.”
Pukul 23.45
Briyan: “Ouh! Kenapa? Kau mulau menghilang rev! tidaaakkk…!!! Kau… oh.. kakimu… tanganmu… Revaaa!!!!”
Reva: “Selamat tinggal, Yan!”
Pukul 23.59
Briyan: “I love you, Reva!”
Reva: “I love you too”
Read More

Monday, January 23, 2012

Sebuah Cerita untuk Kak Daney ; Pintu Kemana Saja

Tergiur oleh sebuah headphone. Gue rela ngebagi masa terindah gue, masa dimana biasanya gue bagi buat merenung, ngelamun, dan sedikit ngeden yaitu "pup", kini gue bagi cuma buat nulis cerpen. ya, cerpen yang gue ikutkan ke kuisnya Daney umar (check this quis) dan gara-gara itu juga gue jadi gag bisa khusuk nge-pup. tanggung jawab lu, Dan kalo ada lele kuning yang masih nyangkut. (jangan bilang suruh ngambil pake tusuk gigi!)

cerpen ini diambil berdasarkan kisah hidup daney sebagai seorang penderita jomblo kronis stadium akhir yang kabarnya tinggal sebentar lagi hidupnya bakal berakhir. Udah berbagai pengobatan Daney lakuin, mulai dari dateng ke dokter cinta, biro jodoh, ampe dukun aborsi (ngapain ke dukun aborsi?), namun semuanya gagal. bagaimana ceritanya? apakah Daney bisa bertahan hidup? kita baca aja cerpen yang berjudul "PINTU KEMANA SAJA" tuing.. tuing.. tuing.. oke, mungkin judulnya gag nyambung ama ceritanya, yang jelas Doraemon udah ngasih petunjuk gue buat ngasih judul ini. well, cekidot!!!

WARNING!!
Cerita ini hanya fiksi belaka dan yang jelas belum lulus sensor! ditujukan hanya untuk 18 tahun ke atas. dilarang keras untuk ibu hamil (karena akan mengakibatkan keguguran saat itu juga) dan yang paling penting dilarang keras untuk orang buta aksara. mohon siapkan kresek gede, karena memungkinkan Anda akan muntah-muntah duit. siapkan juga kuburan, karena memungkinkan Anda membaca sambil menyebrang jalan, ditambah ngupil, gag lihat truk lewat, dan akhirnya ketabrak.


this is it!
PINTU KEMANA SAJA

Siang itu di ujung tahun 2011, daney mulai frontal, kegalauan mulai mengambil alih dirinya "selamat menyambut tahun baru 2012! semoga gue gag jomblo lagi!(dikutip dari blog daney)". daney berteriak di atas gedung pencakar langit di jambi dengan sekencang-kencangnya dan sekencing-kencingnya. walaupun gue gag yakin sebenernya kalo di jambi ada gedung pencakar langit. saat itulah tiba-tiba seorang peri baik hati, tidak sombong, hapal pancasila, dan cinta tanah air muncul. dan itulah gue.

"ka..ka.. ka..ka..muuu... siii...siiiiapaaa?" daney terkejut.
"sejak kapan lu jadi gagap,bro! " jawab gue.
"gag.. sok gagap aja. biar makin dramatis."
"oh.. trus tuh rambut sok dikriboin juga biar dramatis ye?"
"kalo ini asli! -_-"
"hehe.. sorii..soriii.."
"eh lu sape?"
"nih gue. peri gaul dari semarang. gue VHIEFA FAIRY dengan kekuatan bulan akan mengabulkan permintaanmu!"
"serius nih?"
"iya dong."
"serius?"
"iya..."
"serius?"
"-_-"

krikk.. krikkk.. krikkk.... (jangkrik mengambil alih keheningan)

"udah! lu mau minta apa?" lanjut gue.
"jadi gini peri. gue tuh udah menderita jomblo kronis dari dulu banget. kata dokter idup gue gag bakal lama lagi. coz kemungkinan gue bakal bunuh diri. ato kalo gag dibunuh emak gue karena gag kawin-kawin."
"wah parah tuh! berarti 2012 ini lu udah harus punya pacar!"
"nah itu tadi masalahnya. gue udah berobat, tapi gag sembuh-sembuh."
"terakhir lu berobat dimana?"
"dukun aborsi."
gubrakkkkk!!!!
"yaiyalah gag sembuh.. emang lu abis hamil diluar nikah. coba deh ke dukun pelet."
"ide bagus tuh peri! kok gue gag kepikiran ya?" (lu'nya aja yg geblek, Dan!)
"ya udah, gue ngilang dulu ya?"
"oke.. makasih peri!!!"
"bye..bye"
"bye.. peri.."
"ehhmmmm... bye..."
"udah!! napa gag pergi-pergi sih!"
"pinjem duitnya dong Dan. buat ongkos bajai. tuh bajai yg tadi gue naikin aja masih nungguin."

Daney pun mengikuti nasihat gue sebagai peri. setelah nyari2 di intenet akhirnya dia nemu dukun pelet yg paling sakti, imut, dan yang pasti cutee beuuuddd. di situ mereka kenalan, chatting bareng, tukeran nomer, habis itu telpon2an ampe tengah malem. satu cuplikan saat mereka telpon2an.

"udah dulu ya telponnya?" ucap Daney.
"iya deh." jawab dukun.
"udah dong matiin."
"kamu duluuuu..."
"ahhh.... kamu duluu.."
"kamuuu duluuu.."
"ya udah, bareng2 ya matiinnya? kita itung bareng-bareng.. satu..."
"duaaa..."

tiiiiittttttt... (pulsa keburu abis)

setelah janjian sebelumnya Daney menemui si dukun di restoran yang romantis kediaman si dukun. Daney sempet membawa bunga. namun apa yang terjadi? ternyata si dukun lebih sangar dari apa yg daney bayangkan sebelumnya. dia pun cepet2 ngebuang bunga yang dia bawa.

"Kamuu!!! yang namanya Daney!!!?" suara si dukun menggelegar. berat.
"ii.. iyaa, mbah?" jawab daney.
"kamu tau siapa saya?"
"kan udah kenalan sebelumnya,mbah. dukun pelet kan?"
"bagus kalo udah tau. jadi sapa yang mau dipelet?"

ngekkk.. itu yang gag terpikirkan oleh Daney sejak tadi. sapa yang mau dia pelet.

"hehe... gag tahu, mbah!"
"Apa-apaan kau ini?" (kok jadi batak ya?)
"saya minta tolong aja deh,mbah! cariin saya jodoh. sapa aja boleh deh."
"kalo begitu, ikutin saya!"
"???"
"and blacks and the boy another blacks, and relive senyum relive senyum..."
dan gue pun tiba-tiba muncul,
"kalo pengen nyari jodoh bukan gini caranya, pake Axis! (lho?)"


maafkan atas ke-alay-an saya, sumpah! gue gag punya foto yg gag alay

"periii...periii..." tiba-tiba dengan gaya slow motion-nya Daney lari mendekati gue.
"apaan Dan?"
"peri, gue gag tau mau ngepelet sapa? what am i suppose to do?"
"itu derita lu! udah gue psrah! mungkin udah takdir lu. lu lebih mendekatkan diri pada Allah aja ya."
"peri!! peri!! peri aja yang jadi pacar gue gimana?" *naik-turunin alis*
"ASTAGHFIRULLAHALADZIM!!! ALLAHUAKBARRRR!!!!"
Saat itu juga gue langsung baca ayat-ayat kursi. gue yakin bener gue lagi MIMPI BURUK. bangun, Vhiefaaa!!! banguuunn!!!
"siram gue pake duit dong biar bangun!"

Read More

Thursday, January 19, 2012

SI ITEM TELANJANG DI BALIK POHON

UAS semester pertama gue di UNDIP udah kelar nih. gue bisa balik bergumul di blog ini. Udah lama gue ga menjamah sedikit pun blog kesayangan gue. Bahkan untuk men-toel dikit pun nggak. Maafin gue bloggy.. T.T (kok namanya kedengeran kayak nama anjing ya?)

Seenggaknya sekarang gue bisa balik buat nge-pup-in bloggy, setelah dua minggu gue BERGULAT dengan soal-soal...

Gue tinju si soal! kita saling adu tendangan, dan gue colok lubang idungnya, Namun soal-soal membalas dengan menjambak bulu idung gue, gue pun dengan penuh kebejatan meng-ketek-i si soal, Hingga akhirnya.. soal2 UAS bisa gue takhlukin. hahaha.. insyaallah UAS gue dapet nilai maksimal. Amin

Namun satu hal, yang bikin gue sedih walopun UAS udah kelar. gue gag bisa pulkam ke Kendal. huaaaaa... hiks! ini gara2 gue masih ada kepanitian di sini. dan acaranya ampe tanggal 24 besok. gue terancam jadi penghuni terakhir di kosan. temen2 gue satu per satu pada dideportasi pulang ke alamnya masing2. ah, sedih gue! 

Untung sisi baik gue selalu mengkuatkan diri gue, dia selalu bilang :
"Ambil segi positifnya, Fifa! kali aja lu sebagai penghuni terakhir bakal dikasih kosan berikut rumah2nya oleh ibu kos lu! kalopun itu gag mungkin lu bisa BUNUH ibu kos lu dan jadi satu2nya ahli waris atas kosan dan rumah ini." JEGLEEERRR!!! (petir menyambar)
Tapi gue pengen pulaaaaaang. Gue kangen nyokap gue yang selalu panikan dan lebay itu. Yang tiap pulkam gue selalu ditanyain :
"Di kosan makan gimana? Mandi gimana? Pup gimana? Kok jadi kurus? Masih makan nasi kan?"
Dan setiap gue mau balik lagi ke semarang gue selalu dibilangin, 
"Makan yg teratur! Belajar yang bener! Jangan suka keluar malem ama cowok! Lihat tuh tetangga2 banyak yg hamil ama pacarnya". 

ya ampun,bu! emang eike cewek apapun?

Gue juga kangen ama adik gue yang masih kelas dua SD itu. tau kan? Angga namanya. Siapa yang bakal ngasih tau PRnya selama gue di sini? siapa yang bakal ngasih tau dia kalo acara sponbop udah mulai? siapa yang bakal nyiksa dia selama gue di sini? Ahh, gue kangen ke-bego-an dia yang sering gue boongin buat nukerin selembar uang 10 ribunya dengan dua lembar uang seribuan gue. cuma dengan ngeyakinin dia "DUA LEMBAR LEBIH BAIK" (kayak iklan keluarga berencana jadinya).

Gue jadi inget kisah ke-bego-an Angga dan ke-lebay-an nyokap. Waktu itu kan udah maghrib. Angga belum juga mandi dan malah mainin burungnya. Ya dia emang melihara burung. Jangankan burung, adik gue yang kabarnya pecinta binatang ini juga melihara ikan, jangkrik, ayam, keong, kucing, dan hampir ngerubah rumah jadi kebun binatang.

Nyokap gue yang (lumayan) sangar ngomel-ngomel ke Angga.
"Anggaaaaaaaaaaaa!!! Cepet mandi! udah magrib."
Angga tetep mainin burungnya. 
Akhirnya nyokap gue yang kehabisan kesabarannya dengan paksa nyopot baju angga dan narik dia ke kamar mandi. Angga yang ditelanjangi itu mencoba mengelak. nyokap gue tetep dengan kegarangannya memaksa Angga.

Sumpah! ini bukan adegan pemerkosaan. Walopun gue sebenernya gag lihat langsung kejadian itu dan gue cuma ndenger suara nyokap yang ngomelin adek gue dari kamar.

Setelah beberapa omelan kemudian, tiba-tiba nyokap teriak ke gue.

"Pipaaaaa!!! Angga lari ke situ ya?"
"Nggak!"
"Tadi kayaknya lari ke situ."
"Nggak kok"
Nyokap nyari-nyari adik gue, di kolong kasur, di belakang kursi, di sudut-sudut ruangan, dan lainnya.

"Pipaaa!! Bantu nyariin Angga!"
Huh. akhirnya dengan muka lesu, gue pun nyari-nyari adik gue...

Gue cari di tempat sampah, NGGAK ADA!!

Di lobang WC, NGGAK ADA JUGA!!!

Di pikiran gue, MAKIN NGGAK ADA!!

"Bu, kayakna Angga ilang deh!" gue berkata pelan.
"NGGAK MUNGKIN!!!" suara ibu lantang banget.
"Mungkin Angga lari keluar rumah,bu! terus diculik wewe gombel. kan magrib2 biasanya banyak wewe gombel."
"ANGGGGGGGAAAAAAAA!!!! ANGGGAAAAAAAAAA!" Nyokap gue semakin histeris.
"Angga... Angga... Angga.." gue ikutan manggil. Pelan.
Angga ga ketemu-ketemu juga. Nyokap gue makin panik. Gue makin lesu.

Nyokap teriak-teriak di teras,
"Angaaaaa!!! Anggaaa!!! Dimanakah kau berada?" (Ngingetin gue sama lagunya Hachi si lebah yang sebatang kara --__--)
Tetangga-tetangga berdatangan. Mereka membantu mencari. Gue duduk mengamati.

Angga tetap gag ketemu. Nyokap gue mulai lemas. Gue hampir nyiapin pesta. Hahahah..

Hingga akhirnya ....

Pesta harus gue urungkan, karena Angga tiba-tiba nongol dari balik pepohonan samping rumah.--__-- Kondisinya mengerikan! BADANNYA JADI TELANJANG! KULITNYA JADI ITEM!!! Eh.., Emang sebelumnya dia udah gitu ndink. 

Tetangga-tetangga yang tadi mencari angga bersorak sorai. Nyokap langsung sumringah, Meluk-meluk angga dan nggak ngomelin lagi. --__--

Hah!! satu yg gue dapet! Ntar kalo nyokap gue ngomelin gue! Gue tinggal telanjang dan ngumpet di balik pohon aja.
Read More

Saturday, January 7, 2012

bukan hamil muda

jika loe baca post ini, n ngelihat berapapun tanggal gue ngepostnya, sebenernya gue gag nulis pas tanggal itu. tp gue nulis tanggal 1 januari 2011 2012. makanya itu gue mao ngucapin "happy new year. semoga aja apa yang loe semoga-in bener-bener bukan sekedar semoga yang selamanya hanya menjadi semoga. amin."

Btw kenapa gue gag langsung ngepost tulisan gue ini? ini gara2 gue sekarang di rumah (kendal). di sini tuh susah nyari internet. gag kayak di kosan, gue di kamar tidur aja wifi udah dimana2. jangankan di kamar tidur, di kamar mandi pun ada wifinya, ampe gue sempet mau bawa patrick (nama laptop gue) buat internetan sambil gue boker.

dan itu salah satu alasan kenapa gue males beli modem, sesuai prinsip gue. air tenang menghanyutkan. intinya kalo ada yang gratis kenapa musti bayar. huahahahah.. #laught devil
tapi sekarang gue jadi susah banget buat buka internet kalo di rumah. alhasil gue jadi gag bisa posting di blog. dan gue hanya bisa nulis di microsoft word, bahkan di notepad. #miris

fine, tapi bukan itu yang mau gue critain pada post kali ini, melainkan perjalanan gue kemarin pas pulkam ke rumah.
yang ternyata benar-benar ngebuat gue trauma untuk duduk sebelahan lagi ma orang yang tidur di bis.

kemarin sore seperti biasa semarang selalu ujan. gue gag tau kenapa ujan selalu turun tiap jam 1 pm ampe 4 pm. emang jam segitu udah jadwalnya langit buat pipis kali ye? hingga akibatnya gue yang sebenernya mau pulkam jam 2 harus nunggu ampe ujan berenti.

dan parahnya lagi, pas gue udah dapet bis, gue malah gag dapet tempat duduk, mana tas gue berat banget lagi. padahal gue cuma bawa batu satu kuintal. ya gaglah, gue cuma bawa laptop gue ditambah.... ini nih yang kayakna bikin pundak gue harus bekerja keras hingga titik keringat penghabisan buat menopang tas gue, yaitu Buku-yang-kemarin-gue-pinjem-di-perpus-dan-nglaknat-gue-ampe-motor-gue-jatoh-ke-selokan-dan-gue-ditahan-satpam. heran deh kenapa bisa ada buku segede dan setebel dan seberat dan se-se lainnya kayak ini.

Pasti kesialan gue ini juga gara-gara kutukan dari Buku-yang-kemarin-gue-pinjem-di-perpus-dan-nglaknat-gue-ampe-motor-gue-jatoh-ke-selokan-dan-gue-ditahan-satpam itu.

kutukannya bukan cuma berenti di situ. sekitar berjuta-juta detik kemudian ketika gue udah bener2 gag kuat berdiri, sesorang turun dari bis dan menyisakan tempat duduk buat gue. letaknya di deket pintu keluar bis dan disamping tempat duduk kosong itu ada cewek yg lagi tidur. ya gue pun duduk aja di situ.

tiba-tiba setelah beberapa bacotan kenek kemudian dengan tanpa dosanya tuh cewek muntah ke kaki gue. dikiranya gue tong sampah kali ya? Pitnaah itu!! karena sebenernya gue lebih mirip tong kosong bebunyi nyaring yang sangking kosongnya ampe sebenernya bisa diisi apa aja termasuk sampah/muntahan. nasibbb...

cewek-yg-muntahin-gue: "ZzzZZZZZZZzzz...ZZZZZz...ZZZ..."
gue: (duduk manis, mean: bener2 manis)
cewek-yg-muntahin-gue: uweeeeeeekkkkkkk...!!!!!!!
gue: ups! (dalam hati: wadefak! dasar *sensor**sensor**sensor**sensor* gag tau apa? *sensor**sensor**sensor**sensor**sensor**sensor*)
cewek-yg-muntahin-gue: "ZZzzzZZZZZZzzzzzzZZZZZZZZ..... ZZZZ...."
kenek: weleri!!! kendal!!! weleri... weleri...
bis: "DRrrrrnnnn.... Drrrrnnnn.."
gue: (Innocent)

sempet kaget gue, awalnya gue kira tuh orang cuma tidur eh ternyata mabok perjalanan. tau gini tadi gue milih berdiri aja.

tapi udah telat, kalo misalkan tiba-tiba gue berdiri gag enak mah orang yang duduk di sebelah gue, ntar dikiranya gue jijik, walopun sebenernya gue emang JIJIK.
akhirnya ya gue tetep duduk di situ sambil gelisah (geli-geli basah) kalo misalkan tuh orang muntah lagi ke gue. dan gue pun dengan waspada (towas towes di dada) jaga jarak kaki gue sebagai korban dengan mulut dia sebagai tersangka.

karena gue duduk di belakang pintu keluar bis yang banyak orang lewat situ buat naik turun bis, maka atas nama keadilan dan kebiadaban gue lapin bekas muntahan di kaki gue ke orang-orang yang melintas di depan gue. hahahaa..#bangga
itu gag diitung suatu tindakan asusila lho ya? krn orang yang gue tularin bekas muntahan itu dijamin 100% gag tahu.

segitu aja cerita nyata yang penuh nista dan durjana dari gue. sekarang gue musti nglanjutin karya tulis gue bersama Buku-yang-kemarin-gue-pinjem-di-perpus-dan-nglaknat-gue-ampe-motor-gue-jatoh-ke-selokan-dan-gue-ditahan-satpam ini.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

Hi.. I am Fifa.
I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all i can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Google+ Followers

Follow Me

Translate

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com