Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Thursday, June 14, 2018

[LIVE] Malam Lebaran Pertama di Luar Negeri

I'm writing this live now.. I mean, kayak diary sesungguhnya langsung aku update, tanpa masukin draft dulu, tanpa editing dulu, murni curahan dari tadi. And you know what? Aku nulis ini sambil nangis. So, it's pure from my deepest heart.

Ini adalah hari raya pertamaku jauh dari rumah. Rasanya ada yang berbeda. Padahal kalau aku di rumah pun, jam segini aku lagi ada di depan tivi, sendirian. Adekku sibuk ikut takbir keliling, ibuku sibuk di musola ngurus zakat.

Tapi tetap... aku rindu.

Entah apa yang aku rindukan.

Jika kangen keluarga, padahal baru saja aku video call dengan mereka.

Jika kangen tempatnya, aku bisa lihat dari Google Maps.

Jika kangen suara-suaranya (takbir-takbiran), aku bisa dengar dari youtube.

Jika kangen masakannya, di sini pun aku bisa masak sendiri.

Tapi tetap saja berbeda!!! Aku butuh kombinasi semua itu.

Selama ini, aku kira aku punya hati yang kuat. Sejak dulu aku pengen kuliah di luar negeri. Paling ngotot pengen jauh dari rumah. Bahkan saat kuliah S1 yang jaraknya cuma 2 jam by motor aja aku jarang balik rumah. Lebih betah belajar daripada balik kampung. Have I changed? Why am I weaker now?

Dulu sekangen-kangennya aku sama sesuatu, entah itu rumah, keluarga, atau pacar sekalipun. Ga pernah sampai nangis kayak gini. Dan sering beranggapan yang di tivi-tivi itu lebai. Sekarang, what happens with me? Why am I so weak now.

I AM MISSING HOME SO BAD!!!!

Come on Fifa!!! You are in Korea now. Inget betapa dulu kamu berjuang habis-habisan buat bisa kuliah di luar negeri kayak gini. Katanya suka tantangan? katanya pengen melampaui batasan-batasan? Katanya ga mau jadi orang biasa?

Do not be sad!!!

You are not weak!!

You are human, that's why you are crying.

Now, everytime you are missing home and questioning why you are here, remember that you have ever dreamt to be like now.
Read More

Tuesday, June 5, 2018

처음으로 한국 결혼식에 갔다 (FIRST TIME GOING TO KOREAN WEDDING)

지난 일요일에 나는 딜쇼다라는 친구의 결혼식에 갔다. 딜쇼다가 우즈백 여자인데 신랑이 한국 남자여서 결혼식은 한국의 방식을 사용했다. 한국에 와서 처음으로 한국 결혼식에 참석하는 것이어서 설렘 반, 긴장 반이었다.

신부신랑과

결혼식장


결혼식에 가기 전에 검색을 많이 했다. 인도네시아와 다르게 한국 결혼식에서는 선물을 전혀 주지 않는다. 선물보다 돈을 주는 것을 더 많이 한다. 이 돈이 결혼식의 음식에 포함될 것이기 때문이다. 뿐만 아니라 한국 결혼식에서 절대 하얀색 옷을 입지 말아야 한다. 하얀색 옷을 입으면 신부처럼 되기 때문이다. 그리고 우리나라에서는 보통 크바야같은 전통 옷을 입곤 하는데 한국에서는 한복같은 전통 옷을 입으면 안 된다. 한복은 신랑신부의 가족만 입어야 되기 때문이다. 이런 점들을 내가 잘 아는 덕분에 결혼식에 참석했을 때 괜찮았다.

친구들과


한편 한국 결혼식의 차례는 우리 나라와 거의 비슷하다. 먼저 한국 전통 공연을 많이 보여 줬다. 그리고 신랑과 신부는 통로를 걸으면서 사진을 많이 찍었다. 그 후에 가족과 단짝들하고 사진을 또 찍었다. 나도 그 때 같이 했다. 다음으로 신부는 꽃을 던졌는데 무심결에 내가 받았다. 진짜 행복했다. 인도네시아에서 이것은 결혼까지 운명을 만날 거라는 의미이기 때문이다. 그런데 어떤 사람들이 나에게 빨리 결혼해야 한다고 했다. 듣자 하니 한국에서 이것은 6개월 동안 결혼하지 않으면 계속 결혼하지 않을 거라는 의미이다. 지금은 무서움 반, 시시함 반이다. ㅋㅋㅋ.

받은 꽃

Read More

Tuesday, May 22, 2018

First Time Having Birthday Abroad

Well, I hope it's not too late.. But,



IT'S MY BIRTHDAY!!!

From those five people in the picture, I am the last that having birthday here. It 's started from Pocky, Isna, Milli, Zatil, Tyasha, then me. Since I am the last.. I can read the pattern about how they celebrates a friend's birthday. It's sometimes full of awkward acting, predicted surprise, or hey-today-is-my-birthday hints. Lol.

For example in Isna's birthday, suddenly Pocky said that I had a headache and I need Isna's medicine, but I looked so normal, so Pocky and I ended up laughing. In Tyasha's birthday, we planned to suprise Tyasha after she has slept, but she was just keeping awake. Otherwise, in Tyasha's birthday, I am the one who got suprise because I slept earlier than Tyasha, so the others need to wake me up first before celebrating Tyasha's.

Well, in my birthday... I thought it's gonna be awkward too.. but apparently... still awkward.. Haha!! But I was totally surprised. I mean.. they suddenly came to my room in the middle of the night.. when I was finally able to fall asleep ... while before that I was struggling a lot to sleep because I had a kind of problem in sleeping those times. Something like insomnia, but not insomnia, only... I need more time to get a real sleep after I lie down my body in the bed. Haha...

Tasya even said "You looks like feel annoyed". Hhahahha....

The real is.. I felt like my brain was still sleeping. I couldn't think, I couldn't express anything..

"Where am I? Why am I here? Who am I?"

Okay... I am too dramatic.

But, I thank so much to all my friends... I can feel the caring.

And I like the presents so much, although they didn't cover it with paper wrap. Haha. But it means they really know me well.

I just remember when our class had christmas party. We had to buy a present worthed 5000 won, for then exchange the present. I argue with my friend that instead of spending 1000 won to buy present box or paper wrap, better use that money to upgrade the present. "I am ok even if my present is covered by newspaper.", I said. Lol.

I just woke up. So ya, that's my pajama.

The next day in the class. Suddenly my classmates also brought cake to the class, so we sang happy birthday, then we ate the cake together.


Jeongban Classmate :)
So, this is the feeling to have birthday in other country. I am so happy. But I think it's not the place that make it like this. It's not whether I am in other country neither in my country. It is just because I have amazing people around me. THANK YOU SO MUCH!!!
Read More

Friday, May 11, 2018

#LateNightThinkingPost : Because We All Are Different

Akhirnya aku menemukan nama label yang cocok untuk beberapa post khusus yang selama ini sering aku tulis. It's #LateNightThinkingPost. Berisi tulisan-tulisan tentang pemikiran-pemikiranku, tentang suatu makna, tentang penemuan-penemuan yang sering muncul di larut malam dan membuatku tidak bisa tidur dan mau tidak mau harus aku tulis di blog karena aku takut pemikiran tersebut hilang begitu saja padahal itu bagian dari evaluasi diri, pembelajaran diri, pengingat, dan bisa membuatku upgrade. Damn! Did I just write one sentence in 4 lines? Lol. 

Anyway, aku menemukan bahwa ternyata salah satu kunci kedamaian adalah menghargai perbedaan, dan untuk bisa menghargai perbedaan kita harus MENERIMA PERBEDAAN. Wow! Klasik! Udah sering denger! Basi! Haha. Aku yakin, kalian pembaca yang terbiasa mendengar hal tersebut akan berhenti di sini dan mungkin langsung close tab. Haha.

If I were you, honestly I would do that too. I used to not understand the meaning of life that quoted by other person. I prefer to experience it by myself, discover by myself, learn it by myself. Because it will be stuck on me, even though it's very classic and other person has quoted it before me. 

So, if I think people will not read it, why did I write it? Kembali ke tagline blog-ku "Aku menulis apa yang ingin aku tulis bukan yang ingin kamu baca". :)

Okay.. langsung saja.

Dulu aku berpikir bahwa orang Indonesia itu adalah orang yang paling menghargai perbedaan. Kita terdiri dari berbagai suku, kita terdiri dari berbagai agama, kita adalah binneka tunggal ika. Tapi kini di KGSP Language Program, setelah aku sering berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai negara, aku menemukan bahwa background negara ga menentukan apakah orang tersebut bisa menerima perbedaan atau tidak. 

Jadi, perbedaan itu bukan sekedar perbedaan suku, agama, budaya, keyakinan, dan hal-hal general lainnya. Tapi perbedaan itu menyangkut hal-hal kecil seperti selera orang, ketahanan batin seseorang, bahkan cara berpikir orang. Itulah yang membentuk karakter setiap individu, sehingga setiap individu itu berbeda, tak peduli background negaranya.

Selama ini setiap aku ditanya, "Fah, kamu bisa masak?"

Aku akan menjawab, "Bisa, tapi sesuai seleraku".

Maksudku adalah selera orang berbeda-beda. Jika seseorang memasak sesuai selera dia dan kebetulan selera dia tidak sama dengan seleramu, kemudian kamu bilang dia tidak bisa memasak, it means kamu salah satu orang yang tidak bisa menerima perbedaan.

Begitupun selera orang berpakaian atau bergaya. Kalau kamu masih sering mengomentari cara berpakaian seseorang, like "Ke kampus kok pakai dress?", "Bajunya terlalu pendek", "Potongan rambutnya miring", dan lain-lain. Oh please... itu selera dia!! Accept it! we all are different!! Kita semua ga harus punya selera kayak kamu.

Selama ini yang digembor-gemborkan tentang menerima perbedaan adalah menerima bahwa manusia itu ada yang berkulit hitam ada yang putih, ada yang bermata sipit ada yang bermata lebar, ada yang tinggi ada yang pendek, ada yang berambut keribo ada yang berambut lurus. Yah. Aku bicara tentang ras. Padahal menerima itu saja tidak cukup, setiap individu berbeda jauh sampai ke dalam jati dirinya masing-masing. Menurutku, orang yang tidak bisa menerima bahwa selera setiap orang itu berbeda sama saja dengan racist. Sebab, sebagaimana ras itu melekat karena gen yang berbeda-beda... selera atau style juga melekat karena kita tumbuh di lingkungan berbeda, pengalaman yang berbeda, orang tua yang berbeda. So, jangan pernah mempertanyakan, heran, atau judge seseorang yang tidak sama denganmu.

Begitupun ketahanan batin seseorang, perasaan seseorang, tingkat kesedihan seseorang, kepintaran seseorang, tingkat kebahagiaan seseorang, dan aspek-aspek lainnya, itu juga berbeda. Jangan mengukur dari sudut pandangmu saja.

Kalau ada orang bunuh diri, lalu kamu berkomentar "Padahal cuma digituin aja bunuh diri!", berarti kamu berpotensi jadi pembunuh tersebut. 

"Gitu aja sedih! Aku lho pernah gagal ini gagal itu."

"Gitu aja takut, aku aja pernah ini itu biasa aja."

"Gitu aja belajar segitunya. Gitu aja diapalin. Aku lho ga pernah belajar bisa-bisa aja." 

Jika kamu seperti itu berarti kamu tidak bisa menerima bahwa kita berbeda dari berbagai aspek.

Satu lagi hal yang sering tidak disadari, CARA BERPIKIR KITA JUGA BERBEDA!! Cara berpikir menentukan bagaimana kita menyelesaikan masalah, bagaimana kita mengambil keputusan, bagaimana kita meng-INTERPRETASI-kan suatu kasus. Jika seseorang melakukan hal-hal yang berbeda denganmu it is okay. Accept it! Once again, because we all are different. 

At least, if you can't accept it, DO NOT JUDGE!! 

Ketika kamu sudah memulai untuk menerima perbedaan, kamu akan melihat bahwa baik atau buruk, cantik atau jelek, enak atau tidak enak, dan yang tak kalah penting BENAR ATAU SALAH, semua itu sangat sangat sangat RELATIF. Semua orang punya sudut pandangnya masing-masing. Do not judge!

Kamu juga Fah! Kamu harus bisa memahami bahwa cara berpikir orang itu berbeda. Jadi ketika orang lain berkomentar tentang selera, ketahanan batin, perasaan, dan lain-lain, jangan mengjudge orang tersebut "tidak bisa menerima perbedaan", siapa tahu mereka punya alasan lain. Bisa jadi mereka ingin disanjung, mereka ingin jadi trend setter, mereka ingin dianggap paling benar, mereka ingin diakui, mereka iri, mereka ingin... ahhh.... Stop berkomentar tentang orang lain! Stop judging! Arrghht! Kenapa kompleks sekali pikiranku ini. ARRRGGHT!!

Okelah! Ini sudah hampir jam 2 am. Saatnya kamu tidur Fah.. I know it's not easy to put all the things in your mind here. Pokoknya terimalah bahwa setiap orang itu berbeda dari aspek sekecil apapun itu. Do not judge whether they are good or bad, right or wrong, correct or incorrect! People have their own reasons, because we all are different.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

Hallo there, you can call me Fifa..
As the start, I think I will let you know that I am INFJ-type person. If you are not familiar to this personality, let me tell you that Martin Luther King, Nelson Mandela, Mother Teresa, and Jimmy Carter are also having this personality. But, I haven't reached that high wisdom level like them. Haha. I just believe that the main purpose of life is happiness, and if we care to others' happiness, we will feel that happiness on us too. Oh ya, if I have to choose between right or kind, I will choose kind. Nice to meet you. :)

Popular Posts

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com