Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Sunday, February 18, 2018

HOT CHICKEN FLAVOUR RAMEN CARBONARA REVIEW

So, finally I got this cute pink ramyeon.. "CARBONARA BULDAK!!!"


Christine, Me, and Pocky
We were trying this Carbo Buldak for the first time.


It is a new variant from Samyang. Because of this new product, now we have more options if we want to taste different variety of ramyeon.

Well, let's take a look more of this carbo buldak!

Start from the packaging...



That is how it looks like from side and top. It's actually really big tho. The height is around 8 cm but the diameter is around 13 cm. And I like the color! I don't know it's because now is February or because it's pink, but I feel the love when I see it. Hahaha

And the other things about the packaging are :

1. It has line inside the cup, which ease you to measure water that should be poured into the cup.

Do you see the line inside?
It's not clear in the picture but trust me,
you will find out when you have it.
 2. It comes with chopstick and you can use this to pin the lid while waiting the cooking process.

See that chopstick pin the lid!
3. You can make three holes at the lid easier, because they put three triangle things on the lid. That way you can easily pour out the water.
Make the holes with chopstick then drain the water


By the way here is the complete direction about how to cook this Carbonara Buldak!!

Click the picture to zoom it!!

Now, how's the taste? You must be wondering right?

If you have ever tasted the original one (the black one), here's the clue.... half of the red liquid sauce from that original samyang plus cheese are combined into one, THAT'S HOW IT TASTE!!!


This is the look of red liquid sauce, cheese powder, 
and the noodle after we mix it.

I know that the original samyang is really really spicy.. but because this carbo samyang only has half amount of that red liquid sauce from original samyang, so it's not that spicy. Otherwise, because it also has a lot of cheese, it tastes creamy, but still spicy! Haha... Don't be confused! It's creamy and spicy in one!

And the noddle is very chewy, I think because it's big like worm. That's also the thing that makes it different with the original one.

Anyway, I like it so much!!

If you wanna see clearly how's it taste, you better see our video when we tried this new carbo samyang for the first time! Click the youtube video below!




Read More

Friday, February 2, 2018

Korean Government Scholarship Program (KGSP) untuk Graduate 2018 Sudah Dibuka!!!!!


Download panduan KGSP terbaru klik di sini


1. Apa itu KGSP?

KGSP (Korean Government Scholarship Program) adalah beasiswa dari pemerintah Korea yang dikelola oleh NIIED (National Institute for International Education), ditujukan untuk para mahasiswa internasional yang ingin kuliah s1, s2, s3 atau melakukan riset program di Korea. Beasiswa ini mencakup tiket pesawat pulang-pergi korea, settlement allowance di awal kedatangan sebesar 200.000 won, monthly allowance sebesar 900.000 won, research allowance sebesar +/- 200.000 won setiap semesternya. Dan yang paling membuat KGSP ini (katanya) menjadi beasiswa paling bergengsi di Korea dibanding beasiswa-beasiswa di korea lainnya adalah KGSP ini satu-satunya beasiswa yang menyediakan program persiapan bahasa korea selama setahun sebelum memulai perkuliahan, dan tentu saja semua biayanya ter-cover.


Jadi, memang begitulah sistem KGSP. Setiap awardee yang belum punya sertifikat kemampuan bahasa korea (disebut TOPIK) dengan level minimal 5 diharuskan kuliah persiapan bahasa dulu selama setahun di Korea. Tujuannya untuk menunjang kehidupan bersosialisasi atau proses belajar selama di Korea nantinya. Lokasi kuliah persiapan bahasa selalu berada di kampus yang provinsinya berbeda dengan lokasi kampus S2 nantinya dan itu ditentukan secara acak oleh penyelenggara. Maka dari itulah saya sebelum masuk kuliah s2 di Pusan National Univ, sekarang saya menempuh kuliah bahasa dulu di Pai Chai University.

2. Apa saja syarat yang harus dipersiapkan untuk beasiswa KGSP?

Berkas yang perlu dipersiapkan untuk mendaftar KGSP-Graduate (S2, S3) :

· Form Aplikasi 
· Esai Self Introduction
· Esai Statement of Purpose
· Surat Rekomendasi (Sejumlah dua buah)
· Ijazah atau surat keterangan lulus (ijazah bisa menyusul asal lulus sebelum 31 agustus)
· Transkrip ( IPK >= 2,64 untuk skala 4)
· Bukti Kewarganegaraan
· Sertifikat TOPIK (optional)
· Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (Optional)
· Paper yang pernah dipublikasi (optional)
· Sertifikat/ piagam prestasi (Optional)

Ini syarat-syarat secara garis besar saja, yang kira-kira paling perlu disiapkan dari jauh-jauh hari. Info lengkapnya baca di guideline.

3. Bagaimana tahapan seleksi nya?

Untuk mendaftar beasiswa KGSP ini teman-teman bisa memilih melalui embassy track atau university track (salah satu saja ya… kalau dua-duanya nanti malah langsung di-blacklist). 

Perbedaan kedua track tersebut selain pada tahapannya juga pada beberapa hal sebagai berikut :

1. Pada embassy track pendaftar bisa memilih 3 universitas di Korea. Sedangkan pada university track pendaftar hanya bisa memilih 1 universitas di Korea.

2. Pada embassy track apapun jurusannya apapun universitas tujuannya tidak akan mendapat preference khusus. Sedangkan pada university track, pendaftar pada jurusan seputar science/technology/engineering dan yang universitas tujuannya tidak berada di Seoul (kampus regional) akan mendapat preference lebih.

3. Untuk kuotanya tahun 2018 ini, untuk Indonesia embassy track akan mengambil 10 awardee sedangkan university track 12 awardee (8 kategori general, 4 kategori science/engineering dan kampus regional)

Kalau melalui embassy track nanti tahapannya adalah :

1. Berkas diposkan ke embassy Negara masing-masing untuk diseleksi oleh embassy tersebut. Deadline pengiriman lihat di info embassy masing-masing.
2. Pendaftar yang lolos seleksi berkas melakukan wawancara di kantor embassy Negara masing-masing.
3. Pendaftar yang lolos wawancara, berkasnya akan diseleksi lagi oleh NIIED.
4. Pendaftar yang dinyatakan lolos oleh NIIED kemudian akan diseleksi lagi oleh 3 universitas di korea yang telah dipilih sebelumnya. Nantinya pendaftar hanya boleh memilih satu universitas jika ketiga universitas tersebut meloloskannya, tapi jika tidak ada satupun universitas yang meloloskannya maka pendaftar pun dinyatakan gagal.

Sedangkan melalui university track nanti tahapannya adalah :

1. Berkas diposkan ke universitas korea yang dipilih. (jadi jangan mepet-mepet ngirimnya. Perhitungkan juga masa pengirimannya). Deadline pengiriman lihat di panduan univ masing-masing.
2. Universitas melakukan seleksi, biasanya ada yang diwawancara by phone/video call oleh universitas tersebut, ada yang dihubungi langsung oleh salah satu professor di universitas tersebut, ada juga yang memang universitasnya tidak melakukan wawancara apapun dan langsung menilai berdasarkan berkas yang dikirim.
3. Pendaftar yang lolos seleksi oleh universitas kemudian diseleksi lagi berkasnya oleh NIIED. Kalau sudah dinyatakan lolos oleh NIIED berarti itu sudah lolos sampai final.

Agak ribet ya seleksinya… Yang jelas masing-masing track punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari perbedaan di atas teman-teman bisa menyimpulkan sendiri dan memilih sesuai keunggulan masing-masing. 

4. Ada beasiswa lain untuk study di Korea Kak?

Berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol dengan para mahasiswa Indonesia di sini yang juga dapat beasiswa, ternyata banyak juga beasiswa yang bisa dicoba selain KGSP. Ada LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), ada beasiswa dari professor, ada beasiswa dari KOICA (Korea International Cooperation Agency), dan lain-lain. Tapi saya sendiri kurang tau detailnya karena saya bukan awardee beasiswa tersebut. Mungkin teman-teman bisa browsing sendiri. Hehe.

5. Bagaimana perkuliahan di Korea?

So far… karena saya masih kuliah bahasa dan belum memulai perkuliahan s2, jadi saya share dulu tentang perkuliahan di program persiapan bahasa ini.

Awalnya saya merasa takut untuk memulai kuliah bahasa ini, karena kemampuan bahasa korea saya benar-benar parah. Apalagi saya bukan penggemar drama korea atau k-pop. Hehe. Jadi walaupun dulu saya pernah student exchange di Korea, bahasa korea saya bisa dianggap nol. Saya hampir lho mau mengundurkan diri dari KGSP dan memilih beasiswa dari professor saja hanya karena saya takut dengan kuliah bahasa ini. FYI sebelum dinyatakan lolos KGSP saya sudah dinyatakan lolos dari beasiswa professor di Korea. Hehe.

Untungnya di kuliah bahasa ini ternyata guru-gurunya sangat baik. Sebelumnya saya pikir mereka akan mengajar seperti dosen-dosen pada umumnya yang keras dan kaku terhadap tugas. Ternyata guru-guru di sini cara mengajarnya mirip dengan guru-guru kita waktu SD dulu. Seperti saat awal kita belajar menulis dan membaca dulu. Dimulai dari “ini ibu budi”, “ini ayah budi”, sampai kita bisa menulis berita macam surat kabar lho. Dan guru-guru di sini bukan hanya peduli pada kemampuan bahasa kita, tapi juga kehidupan kita selama di korea seperti asrama, makanan, dan lain-lain.

Ditambah lagi selama kuliah bahasa ini teman-teman kuliahnya dari berbagai belahan dunia, jadi atmosfir internasionalnya benar-benar terasa. Hehe. Selain belajar bahasa kita juga belajar tentang budaya korea juga, jadi di sini juga sering banget jalan-jalan “study tour” kemana-mana. Ga nyesel milih KGSP. 

Well.. lalu untuk kuliah s2-nya sendiri itu gimana? Mungkin saya share sedikit berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol dan yang saya amati dari teman-teman yang saya temui di sini.

Di sini yang dari jurusan-jurusan sosial biasanya tidak perlu nge-lab jadi mirip kayak kuliah di Indonesia. Datang ke kelas, mendengarkan dosen mengajar, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, dan lain-lain. Kalau dilihat-lihat, sepertinya nilainya bergantung pada aktivitas kelas. Maka dari itu menurut saya pribadi yang dari jurusan-jurusan social mungkin sebelum memilih jurusan lihat dulu mata kuliah di sana diajar dalam bahasa inggris atau korea atau berapa persen korea berapa persen inggris. Karena jika totally bahasa korea pasti sangat berat. Enaknya, karena tidak perlu nge-lab, anak-anak jurusan sosial bisanya ketika semester break benar-benar full liburan 2 bulan.

Lain halnya dengan anak-anak yang dari jurusan science/engineering, karena harus nge-lab biasanya semester break pun tetap harus ke kampus. Ngelab pun kadang bisa sampai malam kalau project atau penelitian dari prof sedang banyak-banyaknya. Enaknya, biasanya yang menjadi penentu nilai lebih ke aktivitas lab daripada aktivitas kelas. Jadi kelas yang diambil sedikit dan tidak terlalu dipentingkan. Hehe. Maka dari itu misal bahasa koreanya tidak terlalu bagus dan kelas tidak diajar dalam bahasa inggris juga masih bisa kok dapat nilai bagus.

Oh ya.. yang perlu diperhatikan di sini. Ga banyak kelas-kelas di sini diajarkan dalam bahasa inggris kecuali memang kampus-kamus yang bagus dan mahasiswa internasional pada kelas tersebut banyak. Ga sedikit juga di sini yang sebenernya orangnya pinter tapi karena masalah bahasa jadi ga bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Intinya sebelum milih kampus, sebelum milih jurusan, cek website jurusan masing-masing, atau hubungi international affairs dari kampus tersebut biar tahu ada kelas international ga di jurusan tersebut.

Oh iya.. ini berdasarkan pengalaman aku waktu exchange, mahasiswa korea agak kompetitif. Mereka belajar sangat keras bahkan ada yang sampe bermalam di perpustakaan saat minggu-minggu ujian buat belajar. Tapi, justru lingkungan yang seperti ini yang bisa membuat kita termotivasi untuk semakin belajar kan?

Yups.. kira-kira begitulah kehidupan perkuliahan di sini.

6. Bagaimana kehidupan sosial di Korea?

Bad news… Ga banyak penduduk korea yang bisa bahasa inggris. Bahkan hampir tidak ada. Kalaupun ada yang paham bahasa inggris, mereka ga bisa atau ga berani ngomongnya. So, menurut aku kalo pengen punya kehidupan sosial yang baik, menjalin persahabatan dengan orang korea, apalagi menjalin cinta dengan orang korea, cobalah belajar bahasa korea dulu. Setidaknya belajar cara belanja, bayar-bayar, beli makanan, dan hal-hal yang berhubungan untuk bertahan hidup sehari-hari. hehe

Good news.. hidup di sini ga bakalan homesick kok. Kenapa? Karena mahasiswa Indonesia di sini banyak banget!!! Asosiasi Pelajar Indonesia di Korea (disebut PERPIKA) juga sangat aktif. Rasanya kayak di rumah. Terus semakin bertambah banyaknya pelajar Indonesia di sini, semakin banyak juga toko atau restoran indo yang buka di sini. Makin gampang kalo kita lagi pengen makan makanan-makanan indo.

Oh iya.. penduduk korea juga ramaaaaah banget.. walaupun mereka ga bisa ngomong inggris, kita bisa lihat dari cara mereka menyapa kita, atau tiba-tiba ngasih makanan ke kita, ngajak kita ngobrol (in korean of course). Hahah. Ramah!! Terutama yang udah tua-tua kayak bapak-bapak atau ibu-ibunya.

Tapi kalau dipikir-pikir mirip kayak di Indonesia juga sih. Di Indonesia kalo bapak-bapak/ibu-ibu lihat bule pasti heboh nanyain macem-macem. Hahha. Sedangkan anak mudanya, ya… biasa aja.. ga sinis.. tapi ga nyapa juga.. normal.. Sama di sini juga!!! Tapi kalo kita bisa bahasa korea dan nyapa mereka duluan, mereka bakal jawab panjang lebar. Intinya ketidakramahan anak muda koreanya karena mereka takut ngomong inggris kayaknya.

7. Apa saja tips agar lolos KGSP?

Tips lolos KGSP menurut aku :

1. Persiapkan berkas – berkas wajib dulu, termasuk kontennya. Terutama konten esai. Tulis esai jauh-jauh hari, diamkan beberapa minggu, kemudian baca lagi tapi sambil posisikan dirimu sebagai penyeleksi. Koreksi, kemudian diamkan lagi, baca lagi, begitu seterusnya. 

2. Persiapkan berkas-berkas sunah/optional karena walau bagaimanapun ini akan menambah poin lebih kamu. Kita ga tau saingan kita kayak apa kan? Berkas-berkas optional ini akan membuat kita menonjol dibanding yang lain. 

3. Baca peluang dan lakukanlah! Misalnya kira-kira lebih berpeluang lolos kalau daftar via embassy track atau univ track? Apakah berpeluang lolos di kampus ini atau kampus itu? Di jurusan ini atau jurusan itu? Dan lain-lain.

Ya.. secara garis besar begitu tips-tipsnya, soalnya kalo didetailkan bakal panjang banget. Mungkin kalau mau baca detailnya bisa cek tulisanku di http://vhiefa.blogspot.kr/2017/09/pengalaman-lolos-kgsp-pada-percobaan.html aku share contoh esaiku juga di situ.
Read More

Saturday, December 2, 2017

From the Scientist to the Counselor

"Aku ga habis pikir apa yang ada di pikiran Fifa."

"Kok bisa ya?"

"Nggak ngerti lagi sama Fifa".

That moment, ketita cara berfikirmu benar-benar berbeda dengan orang lain pada umumnya maka kamu akan sering mendengar ucapan-ucapan itu.

Well, itu dulu sih. When I was the Scientist , I heard a lot of those words. Because I was only 0.8% of the population in the world (for women), but generally (with also men), it is 2% in the world. Now I am the Counselor and those words have rarely heard anymore. But you know what? Apparently the Counselor is only 1% of the population in the world (men and women). Somehow, it is still small.

Wait! Wait! Scientist ? Counselor ? Apa yang kamu bicarain sih Fif? Ini adalah sebutan bagi pemegang kepribadian berdasarkan tes kepribadian MBTI. The Scientist adalah sebutan untuk pemegang karakter INTJ  (Introvert-Intuitive-Thinking-Judging) sedangkan the Counselor adalah pemegang untuk karakter INFJ (Introvert-Intuitive-Feeling-Judging).  Oh iya, selain the scientist, INTJ juga kadang disebut the architect atau the master mind. Sedangkan INFJ selain disebut the Counselor , dia juga kadang disebut the advocate atau the The Protector. Lalu? Kenapa aku nulis ini? Kenapa aku peduli dengan ini? Kenapa aku tahu tentang ini?

Semua bermula saat aku sophomore student di UNDIP, sekitar tahun 2012. Saat itu pemberi beasiswaku mengadakan tes kepribadian kepada seluruh awardees, tujuannya untuk membaca potensi karir yang cocok untuk kami di masa depan. Setelah hasilnya keluar, Aku dapat INTJ dan aku lumayan kaget dan heran karena deskripsi yang dipaparkan benar-benar aku. Bahkan daftar potensi karir yang tercantum tak jauh-jauh dari jurusanku seperti Programmer, Software Engineer, Scientist, Analyst, dan lain-lain. Padahal alasanku dulu memilih jurusan Computer Science hanya karena aku suka matematika. Itu saja. Saat itu bahkan aku tidak tahu kalau ada pekerjaan semacam Programmer, Software Engineer, la la la la.

Sejak itu aku mulai browsing tentang INTJ dan menemukan online personality test serupa dan lagi-lagi hasilnya INTJ.

Oh ya, saat aku sedang membuka-buka berkas jaman SMA dulu, aku baru sadar bahwa aku pernah melakukan tes kepribadian serupa saat kelas 1. Saat itu aku tidak tahu sama sekali kalau tes tersebut dinamakan tes kepribadian. Yang aku tahu, tes tersebut dilakukan untuk membantu kami memutuskan untuk masuk IPA atau IPS saat kelas 2 nanti. So, dari sekian banyak tulisan di sertifikat hasil tes kepribadian tersebut yang aku baca hanya bagian "IPA". Kini setelah aku tahu tentang tes kepribadian aku sadar ternyata sejak kelas 1 SMA aku sudah INTJ, dan di situ juga tercantum karir yang cocok untukku tak jauh-jauh dari computer scientist. Benar-benar kebetulan.

Menjadi INTJ itu nggak mudah apalagi if you are women. Women used to use feeling more, but me? malah sebaiknya. Itulah kenapa aku peduli tentang tes kepribadian karena ketika aku baca setiap deskripsinya, aku merasa "Akhirnya ada yang mengerti aku". Bahkan ketika ucapan-ucapan di atas itu keluar dari orang lain rasanya seperti aku akan menyuruh mereka membaca tentang profil INTJ https://www.16personalities.com/intj-personality, bahwa orang sepertiku bukan cuma aku dan kami itu ada.

Tapi... tapi, FYI jadi INTJ juga ga seburuk itu lho! Ada saat dimana dengan menjadi INTJ aku bisa melejit di bidang matematika atau ilmu komputer, menjadi perencana yang strategis, menjadi pemikir yang matang, dan lain-lain selengkapnya baca di sini saja --> https://www.16personalities.com/intj-personality

Tapi...

Sekarang aku sudah berubah!

Sekarang aku the Counselor!

Dan aku antara khawatir tapi juga senang tentang perubahanku ini.

Yang membuatku khawatir adalah ternyata aku lebih merasa cocok dengan tokoh-tokoh yang berkepribadian INTJ daripada INFJ. Contoh tokoh yang berkepribadian INTJ adalah Katniss Everdeen, Gandalf the Gray, dan lain-lain. Sedangkan contoh tokoh yang berkepribadian INFJ adalah Martin Luther King, Nelson Mandela, dan lain-lain. Maksudku, menjadi seperti martin luther king atau nelson mandela itu ga buruk, keren malah. Tapi... Katniss Everdeen lebih keren. Haha. I don't know apakah ini karena aku lebih sering nonton film daripada baca buku sejarah perdamaian dunia atau aku mencoba menyangkal diri sendiri saja. Haha.

Alasan kedua yang membuatku khawatir adalah ternyata aku lebih cocok dengan career path INTJ dari pada INFJ. Seperti yang aku bilang sebelumnya, karir INTJ sesuai dengan jurusanku. Tapi, karir INFJ sangat-sangat jauh, contohnya adalah psikolog, konselor/penasihat, guru, dokter, dan lain-lain. Jangan-jangan aku sudah lupa caranya ngoding. Haha.

Yang membuatku senang, Counselor membuatku merasa bahwa aku memiliki kelebihan the scientist tapi aku tidak memiliki kekurangannya. Well, tadi aku bercanda soal aku lupa ngoding. Of course I still remember it and I still enjoy to learn about computer science.  Dan mejadi tokoh perdamaian dunia kemudian masuk dalam buku sejarah juga keren.

Untuk membaca deskripsi tentang INFJ bisa di sini --> https://www.16personalities.com/infj-personality

Awalnya aku juga tidak percaya bahwa karakter itu bisa berubah. Apalagi karakter yang sudah tertanam bertahun-tahun. Tapi ternyata bisa kan? Mungkin aku telah melalui banyak peristiwa besar atau peristiwa pahit yang berulang-ulang kemudian aku belajar atau entahlah. Ini terjadi bergitu saja.

Lalu, kapan aku sadar aku telah berubah?

Saat itu akhir tahun 2016, kantor internku mengadakan tes kepribadian. Awalnya aku sudah bilang "I think I don't need to do that. I am INTJ since then and the result will always be like that". Tapi temen kerjaku insist dan yah! ternyata hasilnya INFJ alias the Counselor.

Setahun berlalu, baru-baru ini aku tes lagi dan hasilnya INFJ lagi.

Semalam aku tidak bisa tidur memikirkan ini dan ternyata memang ada beberapa hal yang berubah dari diriku. Ini saatnya aku menulis lagi di blog tentang "evaluasi diri" yang dulu selalu aku lakukan sebagai bentuk pembelajaran hidup atau kedewasaan atau perubahan yang aku alami. Agar suatu saat ketika aku baca lagi, aku akan tahu bahwa aku telah berkembang atau berevolusi.

Jadi, berikut hal-hal yang ada pada diriku sekarang tapi tidak aku miliki dulu :

1. Sekarang aku berpandangan bahwa tujuan utama dari hidup adalah bahagia.

Dulu aku sangat-sangat ambisius yang kadang aku bisa menyiksa diriku sendiri. Salah satu contoh : Aku bisa tidur hanya 3 jam per hari just because I want to be the smartest in the class. Sekarang, what's the point of being smartest if you are not happy? Sometimes being only smart is enough as long as you are happy. Sekarang aku lebih menerima kegagalanku karena itu tadi, "Bahagia" itu yang terpenting. Aku tidak se-ambisius dulu dalam mengejar mimpi, tapi aku tetap berusaha dan menerima apapun hasilnya.

Dulu aku terlalu mengkhawatirkan masa depan sampai-sampai aku lupa bahwa aku juga butuh bahagia di masa sekarang. Masalahnya lagi, masa depan itu selalu ada dan goal/mimpi akan terus tumbuh jadi pada dasarnya aku selalu mengabaikan pentingnya bahagia itu sendiri.

Tahun 2013 awal, sepertinya masih INTJ. Itu aku waktu jadi wakil UNDIP di olimpiade Matematika dan aku jadi satu-satunya mahasiswa yang bukan dari jurusan matematika. Look at that panda eyes! Terlihat sangat memperkosa otak! Lol.


Dan, tujuan bahagia dalam hidup ini juga mengubah sudut pandangku tentang apa yang sebenarnya orang lain butuhkan juga. Aku berpandangan bahwa semua orang di sekitarku juga ingin (butuh) bahagia. Maka dari itu caraku berinteraksi dengan mereka juga sebisa mungkin tidak membuat mereka sedih. Misalnya, ketika orang bertanya pendapatku, mostly aku akan menjawab hal yang ingin mereka dengar dari pada mengatakan apa yang sebenarnya ingin aku katakan.

Lalu, bagaimana aku tahu apa yang bisa membuat mereka bahagia? Nah, ini masuk pada poin kedua yang berubah dari diriku, yaitu aku sekarang sering mencoba untuk mengenal atau memahami karakter orang lain.

2. Sekarang aku sering mencoba untuk memahami karakter orang lain.

Sama halnya dengan orang yang sering heran dengan caraku berpikir, dulu aku juga sering heran dengan cara orang berpikir. Instead of saying "What's wrong with me?", I was always saying "What's wrong with them?" Dulu aku sadar bahwa INTJ itu karakter minoritas, tapi aku tetap saja merasa karakter orang lain itu tidak rasional.

Aku sering heran kenapa orang suka berdesak-desakan demi bertemu idol mereka? Kenapa orang suka pergi ke karaoke place yang padahal bisa dilakukan sendiri di rumah? Kenapa beli barang cuma dengan alasan "lucu"? Kenapa orang suka membeli hal yang tidak dibutuhkan hanya karena  sedang diskon? Atau hobi-hobi lainnya yang menurutku tidak ada manfaatnya dan malah merugikan dari segi waktu maupun uang.

Lebih baik tidur atau belajar!

Yass! Dulu aku selalu melihat orang lain dari sudut pandangku. Sekarang apapun yang menjadi cara berpikir orang, aku nilai dengan cara mereka juga. Aku sering mencoba menempatkan diriku jika aku ada di posisi mereka. Dibesarkan seperti mereka, ditempa dengan pengalaman hidup seperti mereka, memiliki lingkungan seperti mereka, maka aku juga akan berpikir seperti mereka. So at the end, I will always say "it makes a sense" to go karaoke, hangout, club, or other things that I was thinking it's useless. Mungkin itu cara mereka untuk bahagia, dan selama itu membuat mereka bahagia, they reached the purpose of life already so it is okay. I respect that.

Maka dari itu juga, aku selalu menikmati mendengarkan pengalaman orang lain atau sejarah orang lain. Itu membantuku untuk mengenal cara berpikir orang tersebut. And you know what? Dulu waktu SMA aku paling benci pelajaran sejarah karena terlalu banyak hapalan tidak seperti matematika yang cukup dengan logika saja, sekarang tanpa sadar aku sering secara tiba-tiba berada pada wikipedia yang bercerita tentang VOC atau kerajaan majapahit. (Well, ini intermezzo. Aku nggak tau ini ada kaitannya dengan INFJ apa nggak ---__---)

Semakin aku memahami karakter orang semakin aku sadar bahwa manusia itu sangat beragam. Setiap orang punya karakter positif dan karakter negatif masing-masing, termasuk aku sendiri. Sebagaimana aku ingin sisi negatifku diterima, maka aku juga harus menerima sisi negatif orang lain. Dan itu wajar punya sisi negatif. Dari sini aku belajar bahwa menghargai orang lain itu penting.

Tapi memahami karakter orang itu juga ga mudah. Ada beberapa orang yang punya karakter tertutup, ada beberapa orang yang kurang mengekspresikan karakter aslinya, ada orang yang selalu bicara diplomatis, dan lain-lain. Kita tidak bisa secara eksplisit atau pertama kali bertemu langsung bertanya "Apa sisi negatifmu?", "Apa sisi positifmu?", "Apa yang kamu suka?", "Apa yang tidak kamu suka?". It's not job interviewing. Maka dari itu masuk ke poin 3, sekarang aku mempertimbangkan faktor "Hubungan Sosial" dalam mengambil keputusan.


3. Sekarang hal-hal seputar "Hubungan Sosial" masuk dalam faktor penentu keputusanku.

Aku akui terkadang nature-ku sebagai "Introvert" (from INFJ--> the I ) masih sering muncul. Aku masih betah berlama-lama di ruangan, tidur, atau bermain komputer. Jadi ketika weekend akan datang semua orang bersorak-sorai termasuk aku, mereka akan menjawab "Karena akhirnya aku bisa main dan jalan-jalan", tapi aku akan menjawab, "Karena akhirnya aku bisa di rumah seharian".

Dulu, setiap diajak teman untuk hangout atau bermain yang jadi faktor penentu aku bilang YES or NO adalah "Apakah layak waktuku dihabiskan untuk hal-hal seperti itu?", "Apakah layak uangku dihabiskan untuk hal-hal seperti itu?", "Apakah kegiatan tersebut membuatku produktif (dari segi science)?", dan beberapa faktor lainnya yang mayoritas membuatku berkata "NO".

Tapi sekarang ada faktor tambahan lain yaitu "Apakah kegiatan tersebut bisa membuatku mengenal karakter orang-orang di dalamnya?", "Apakah kegiatan tersebut bisa memunculkan keterikatan sosial?", "Apakah kegiatan tersebut bisa membuat orang-orang di dalamnya bahagia?", dan lain-lain,

Dengan adanya faktor tambahan tersebut aku makin sering berfikir dan lama dalam menentukan keputusan, tapi senggaknya sekarang aku ga sekolot itu kalau diajak ikut kegiatan, bermain, atau hangout. Bahkan ke tempat-tempat yang mungkin dulu aku pikir itu useless. Selama aku tahu orang-orang yang bersamaku dalam kegiatan tersebut layak untuk dikenali, maka aku akan bilang "YES".

Karena faktor "Hubungan Sosial" ini juga, aku lebih sering mengambil keputusan untuk mengalah. Padahal, dulu aku selalu ingin muncul sebagai pemenang atau orang yang unggul dalam debat. Kini, Aku selalu menghindari perdebatan atau berkata "Iya" hanya untuk membuat lawan bicaraku berhenti mengajak debat atau berhenti memaksakan sudut pandangnya padaku.

Tapi terkadang nature-ku yang "Judging" (from INFJ--> the J ) juga masih sering muncul bahwa aku tidak mudah goyah. Aku tidak semudah itu berkata "Iya" pada suatu debat yang aku yakini aku benar. Konflik batin sering memuncak yang mengarah pada emosi. Tapi di satu sisi aku tidak mau berdebat apalagi jika ujung debat ini membuat salah satu dari kami tidak mencapai tujuan bahagia itu tadi. Maka dari itu aku selalu berkata pada diri sendiri "Ketika kamu sedang emosi, maka diam!! Apapun yang keluar dari mulutmu itu bukan kamu" atau "Tak apa orang lain menganggap kamu salah / kalah. Kebahagianmu bukan dari apa yang orang lain pikirkan, tapi dari apa yang kamu pikirkan."

Tahun 2015 akhir, sepertinya awal mula aku akan berubah jadi INFJ, I went hangout with my friends. Waktu itu aku baru aja nyampe Semarang dari Kendal. Habis motor-an 2 jam dan langsung pergi sama temen-temen sampai jam 10 malem. Sound tiring huh? But look that smile!

OH MY GOD! It's a bit creepy tho. Aku kadang masih ga percaya 3 hal di atas ada di diriku sekarang. I mean, dulu aku benar-benar robot. Percaya atau nggak, waktu aku INTJ, persentase antara thinking dan feeling-ku adalah 80:20. Lumayan jauh kan? dan sekarang bagaimana bisa berubah dari "T" ke "F"? Bagaimana sekarang aku begitu peduli tentang perasaan orang lain? What if I hurt them? Is it gonna make them happy? AH!! Aku percaya jika aku peduli dengan kebahagiaan orang lain maka orang lain juga akan peduli dengan kebahagiaanku. Lets live happily ever after.

Read More

Saturday, November 18, 2017

Question & Answer KGSP




1. Apa sih KGSP itu?
KGSP adalah singkatan dari Korean Government Scholarship Program, intinya adalah beasiswa yang disedikan oleh pemerintah korea untuk orang asing yang akan belajar di Korea baik s1, s2, maupun s3. Mencakup semuanya baik tiket pesawat, tuition fee, asuransi, dan biaya hidup bulanan. Info lengkap ada di --> http://www.studyinkorea.go.kr/en/main.do

2. Bener ga sih kakak katanya ga pake notaris dan sworn translator buat dokumen-dokumennya?
Iya bener. Tapi bukan berarti aku menyarankan kalian untuk ga pake itu ya. Soalnya kebijakan bisa berubah-ubah. Kemarin aku ga pake jasa sworn translator soalnya berdasar analisaku di guideline NIIED tertulisnya gini "semua berkas yang tidak berbahasa inggris/korea mohon dibahasa inggriskan dan disahkan oleh lembaga pemerintahan/ lembaga yang mengeluarkan/ notaris". Ga nyebut2 sworn translator. Jadi senangkepku ga harus sworn translator, translate sendiri juga gapapa asal ada cap-nya dari lembaga pemerintah/lembaga yang mengeluarkan/notaris.

Nah.. ijazah aku ditranslate kampus dan cap dari kampus. Sedangkan bukti kewarganegaraan aku translate KTP-ku dan KTP ortu sendiri terus dibawahnya dikasih keterangan bahwa itu translation yang benar dari file aslinya diikuti cap dan ttd kepdes. Terus buat jaga-jaga jikalau itu ga diterima aku lampirkan juga surat keterangan dari kepdes (berbahasa inggris) tentang kewarganegaraanku dan orangtuaku. Soalnya kalo lihat di guideline bukti kewarganegaraan bisa apapun kan? logic-ku surat keterangan kepdes mungkin bisa mengcover itu.

3. Lebih baik milih daftar pake univ track atau embassy track?
Aku pilih univ track. Kenapa? aku pernah nulis alasannya di sini

4. Kakak dulu TOEFL IBT/IELTS/TOPIK yang dikumpulin? Terus skor-nya berapa?
Jamanku sertifikat bahasa sifatnya optional. Ga ngumpulin gapapa. Logic-ku kalo ga ngumpulin aja gapapa berarti kalo salah ngumpulin juga gapapa. Haha. Aku kumpulin TOEFL ITP padahal di guideline bilang itu ga diterima. Udah gitu skorku di bawah standar yang disebut diguideline. Di situ bilang minimal 550 kalo paper based TOEFL (ini beda sama ITP lho ya), yang aku kumpulin 540. Aku kumpulin sertifikat ITP asli lho. bukan copy-annya.

5. Kakak hubungi prof dulu ya sebelum daftar via univ track?
Yups. Kebetulan sebelum KGSP buka aku udah proses seleksi beasiswa Profesor. Ceritanya saat itu ada kunjungan profesor ke Indonesia, aku ikut walk-in interview-nya dan lolos ke tahap selanjutnya. Sambil mengikuti seleksi beasiswa prof di tahap selanjutnya itu aku daftar KGSP juga di jurusan yang sama dengan prof tersebut (tanpa sepengetahuan prof. my bad -_-). 

Seleksi beasiswa prof tahap kedua itu lumayan menyiksa. Aku disuruh bikin program tentang machine learning DALAM WAKTU SEMINGGU!! skripsiku aja aku selesaiin hampir satu tahun. -_- Untungnya skripsiku tentang machine learning juga. Jadi programnya aku copas-copas dikit dari situ. Hehe.

Singkat cerita, akhirnya aku lolos beasiswa prof. Besoknya pengumuman beasiswa KGSP tahap setengah (apalah ini? ada tahap setengah juga? maksudku ini tahap yang diseleksi IO-nya) dan lolos juga. dan prof-ku kaget kok aku daftar KGSP juga. dan kemudian terjadilah drama kolosal antara aku dan dia. ah.. udah ah... ceritanya panjang.

6. Dokumen yang diperlukan saat pendaftaran itu semuanya harus dikirimkan hardcopy ke Korea ya kak? Lalu apakah hanya perlu mengirimkan hardcopy nya atau perlu jg semacam mengisi aplikasi secara online juga yaa? Dokumen yang kakak kirim waktu itu berapa rangkap ya kak?
Iya Hard copy harus dikirimkan ke kampus koreanya. Untuk softcopy itu tergantung kebijakan kampus masing2 (ada yang perlu ada yang nggak, kadang ada yang minta 2-3 rangkap hardcopy juga lho). Maka dari itu selain kamu baca guidline KGSP yang diterbitin oleh NIIED kamu juga coba cari guideline KGSP yang diteribitin oleh kampusnya masing2. Coba cari di website-nya kalo ga ada coba hubungin international office kampus tersebut.

7. Kakak waktu itu mengirimkan berkas ke Korea pakai jasa pengiriman apa yaa kak? Dan kalau boleh tau, berapa estimasi biaya pengirimannya?
Kalo kamu ga mepet coba pake EMS, sekitar 200-300ribu (semingguan). Aku kemarin pake DHL 500anribu (3-4 hari) karena udah mepet. hehe. Oh iya, aku ngirim berkas dua kali lho. Karena tiba-tiba dihubungin IO kampus korea-nya bahwa berkasku ada yang kurang (Alamak.. duitku melayang lagi... -_-). Huhu. Oh ya, berkas yang kurang itu adalah surat keterangan scale GPA di kampusku Indonesia. Ternyata kalo di transkrip ga ada keterangan tentang scale GPA kita harus ngumpulin itu juga.

8. Untuk sertifikat penghargaan apakah kakak melampirkan pada saat melakukan pendaftaran? Dan apa itu cukup jika berupa fotocopy kak?
iya aku lampirkan semuanya aja... penting ga penting aku kumpulin. toh itu optional. Kembali ke logic-ku tadi kalo ga ngumpulin aja gapapa berarti kalo salah ngumpulin juga gapapa. Hehe. Tapi kalo bisa sertifikat yang berbahasa inggris yang dikumpulin biar mereka tau itu sertifikat apa. aku sih kemarin foto kopiannya aja.

9. Kakak esainya gimana? Formatnya gimana? Share dong!
Aku tulis sesuai yang diguideline. Di situ kan udah disebutin point-point apa aja yang harus disampaikan. Tinggal ikutin aja. Btw ini aku share esainya yang study plan. Singkat banget, bener-bener tinggal njawab point-point di guideline. Klik di Sini. Kalo yang self introduction aku ga share ya.. soalnya ada point tentang course of life. Itu aku cerita tentang masa mudaku yang penuh batu terjal. jadi agak private. Hehe. 

10. Kakak jurusannya apa? linier ga? misal ga linier gimana?
Aku dulu Computer Science, nanti Computer Engineering. Kalo ga linier gapapa menurutku. Temenku ada yang ga linier lolos. Asal alasannya kuat aja sih menurutku.

11. Recommendation letter mending dari mana?
Sesuai yang di guidelinie. Bisa dari mana aja. Kalo menurut aku pribadi yang penting orang tersebut kenal kamu banget-banget. Ga profesor juga gapapa.

12. Kak, kalo mau tanya lebih lanjut dimana ya?
Lewat komentar di post blog ini aja atau email afifatul.mukaroh@gmail.com :)   biar sekalian jawab, jadi yang lain bisa baca sekalian jawabannya melalui komentar di sini.


Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

Hallo there, you can call me Fifa..
As the start, I think I will let you know that I am INFJ-type person. If you are not familiar to this personality, let me tell you that Martin Luther King, Nelson Mandela, Mother Teresa, and Jimmy Carter are also having this personality. I believe that the main purpose of life is happiness, and if we care to others' happiness, we will feel that happiness on us too. Oh ya, if I have to choose between right or kind, I used to choose kind. Nice to meet you.

Popular Posts

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com