Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan yang ingin kamu baca.

Saturday, December 2, 2017

From the Scientist to the Counselor

"Aku ga habis pikir apa yang ada di pikiran Fifa."

"Kok bisa ya?"

"Nggak ngerti lagi sama Fifa".

That moment, ketita cara berfikirmu benar-benar berbeda dengan orang lain pada umumnya maka kamu akan sering mendengar ucapan-ucapan itu.

Well, itu dulu sih. When I was the Scientist , I heard a lot of those words. Because I was only 0.8% of the population in the world (for women), but generally (with also men), it is 2% in the world. Now I am the Counselor and those words have rarely heard anymore. But you know what? Apparently the Counselor is only 1% of the population in the world (men and women). Somehow, it is still small.

Wait! Wait! Scientist ? Counselor ? Apa yang kamu bicarain sih Fif? Ini adalah sebutan bagi pemegang kepribadian berdasarkan tes kepribadian MBTI. The Scientist adalah sebutan untuk pemegang karakter INTJ  (Introvert-Intuitive-Thinking-Judging) sedangkan the Counselor adalah pemegang untuk karakter INFJ (Introvert-Intuitive-Feeling-Judging).  Oh iya, selain the scientist, INTJ juga kadang disebut the architect atau the master mind. Sedangkan INFJ selain disebut the Counselor , dia juga kadang disebut the advocate atau the The Protector. Lalu? Kenapa aku nulis ini? Kenapa aku peduli dengan ini? Kenapa aku tahu tentang ini?

Semua bermula saat aku sophomore student di UNDIP, sekitar tahun 2012. Saat itu pemberi beasiswaku mengadakan tes kepribadian kepada seluruh awardees, tujuannya untuk membaca potensi karir yang cocok untuk kami di masa depan. Setelah hasilnya keluar, Aku dapat INTJ dan aku lumayan kaget dan heran karena deskripsi yang dipaparkan benar-benar aku. Bahkan daftar potensi karir yang tercantum tak jauh-jauh dari jurusanku seperti Programmer, Software Engineer, Scientist, Analyst, dan lain-lain. Padahal alasanku dulu memilih jurusan Computer Science hanya karena aku suka matematika. Itu saja. Saat itu bahkan aku tidak tahu kalau ada pekerjaan semacam Programmer, Software Engineer, la la la la.

Sejak itu aku mulai browsing tentang INTJ dan menemukan online personality test serupa dan lagi-lagi hasilnya INTJ.

Oh ya, saat aku sedang membuka-buka berkas jaman SMA dulu, aku baru sadar bahwa aku pernah melakukan tes kepribadian serupa saat kelas 1. Saat itu aku tidak tahu sama sekali kalau tes tersebut dinamakan tes kepribadian. Yang aku tahu, tes tersebut dilakukan untuk membantu kami memutuskan untuk masuk IPA atau IPS saat kelas 2 nanti. So, dari sekian banyak tulisan di sertifikat hasil tes kepribadian tersebut yang aku baca hanya bagian "IPA". Kini setelah aku tahu tentang tes kepribadian aku sadar ternyata sejak kelas 1 SMA aku sudah INTJ, dan di situ juga tercantum karir yang cocok untukku tak jauh-jauh dari computer scientist. Benar-benar kebetulan.

Menjadi INTJ itu nggak mudah apalagi if you are women. Women used to use feeling more, but me? malah sebaiknya. Itulah kenapa aku peduli tentang tes kepribadian karena ketika aku baca setiap deskripsinya, aku merasa "Akhirnya ada yang mengerti aku". Bahkan ketika ucapan-ucapan di atas itu keluar dari orang lain rasanya seperti aku akan menyuruh mereka membaca tentang profil INTJ https://www.16personalities.com/intj-personality, bahwa orang sepertiku bukan cuma aku dan kami itu ada.

Tapi... tapi, FYI jadi INTJ juga ga seburuk itu lho! Ada saat dimana dengan menjadi INTJ aku bisa melejit di bidang matematika atau ilmu komputer, menjadi perencana yang strategis, menjadi pemikir yang matang, dan lain-lain selengkapnya baca di sini saja --> https://www.16personalities.com/intj-personality

Tapi...

Sekarang aku sudah berubah!

Sekarang aku the Counselor!

Dan aku antara khawatir tapi juga senang tentang perubahanku ini.

Yang membuatku khawatir adalah ternyata aku lebih merasa cocok dengan tokoh-tokoh yang berkepribadian INTJ daripada INFJ. Contoh tokoh yang berkepribadian INTJ adalah Katniss Everdeen, Gandalf the Gray, dan lain-lain. Sedangkan contoh tokoh yang berkepribadian INFJ adalah Martin Luther King, Nelson Mandela, dan lain-lain. Maksudku, menjadi seperti martin luther king atau nelson mandela itu ga buruk, keren malah. Tapi... Katniss Everdeen lebih keren. Haha. I don't know apakah ini karena aku lebih sering nonton film daripada baca buku sejarah perdamaian dunia atau aku mencoba menyangkal diri sendiri saja. Haha.

Alasan kedua yang membuatku khawatir adalah ternyata aku lebih cocok dengan career path INTJ dari pada INFJ. Seperti yang aku bilang sebelumnya, karir INTJ sesuai dengan jurusanku. Tapi, karir INFJ sangat-sangat jauh, contohnya adalah psikolog, konselor/penasihat, guru, dokter, dan lain-lain. Jangan-jangan aku sudah lupa caranya ngoding. Haha.

Yang membuatku senang, Counselor membuatku merasa bahwa aku memiliki kelebihan the scientist tapi aku tidak memiliki kekurangannya. Well, tadi aku bercanda soal aku lupa ngoding. Of course I still remember it and I still enjoy to learn about computer science.  Dan mejadi tokoh perdamaian dunia kemudian masuk dalam buku sejarah juga keren.

Untuk membaca deskripsi tentang INFJ bisa di sini --> https://www.16personalities.com/infj-personality

Awalnya aku juga tidak percaya bahwa karakter itu bisa berubah. Apalagi karakter yang sudah tertanam bertahun-tahun. Tapi ternyata bisa kan? Mungkin aku telah melalui banyak peristiwa besar atau peristiwa pahit yang berulang-ulang kemudian aku belajar atau entahlah. Ini terjadi bergitu saja.

Lalu, kapan aku sadar aku telah berubah?

Saat itu akhir tahun 2016, kantor internku mengadakan tes kepribadian. Awalnya aku sudah bilang "I think I don't need to do that. I am INTJ since then and the result will always be like that". Tapi temen kerjaku insist dan yah! ternyata hasilnya INFJ alias the Counselor.

Setahun berlalu, baru-baru ini aku tes lagi dan hasilnya INFJ lagi.

Semalam aku tidak bisa tidur memikirkan ini dan ternyata memang ada beberapa hal yang berubah dari diriku. Ini saatnya aku menulis lagi di blog tentang "evaluasi diri" yang dulu selalu aku lakukan sebagai bentuk pembelajaran hidup atau kedewasaan atau perubahan yang aku alami. Agar suatu saat ketika aku baca lagi, aku akan tahu bahwa aku telah berkembang atau berevolusi.

Jadi, berikut hal-hal yang ada pada diriku sekarang tapi tidak aku miliki dulu :

1. Sekarang aku berpandangan bahwa tujuan utama dari hidup adalah bahagia.

Dulu aku sangat-sangat ambisius yang kadang aku bisa menyiksa diriku sendiri. Salah satu contoh : Aku bisa tidur hanya 3 jam per hari just because I want to be the smartest in the class. Sekarang, what's the point of being smartest if you are not happy? Sometimes being only smart is enough as long as you are happy. Sekarang aku lebih menerima kegagalanku karena itu tadi, "Bahagia" itu yang terpenting. Aku tidak se-ambisius dulu dalam mengejar mimpi, tapi aku tetap berusaha dan menerima apapun hasilnya.

Dulu aku terlalu mengkhawatirkan masa depan sampai-sampai aku lupa bahwa aku juga butuh bahagia di masa sekarang. Masalahnya lagi, masa depan itu selalu ada dan goal/mimpi akan terus tumbuh jadi pada dasarnya aku selalu mengabaikan pentingnya bahagia itu sendiri.

Tahun 2013 awal, sepertinya masih INTJ. Itu aku waktu jadi wakil UNDIP di olimpiade Matematika dan aku jadi satu-satunya mahasiswa yang bukan dari jurusan matematika. Look at that panda eyes! Terlihat sangat memperkosa otak! Lol.


Dan, tujuan bahagia dalam hidup ini juga mengubah sudut pandangku tentang apa yang sebenarnya orang lain butuhkan juga. Aku berpandangan bahwa semua orang di sekitarku juga ingin (butuh) bahagia. Maka dari itu caraku berinteraksi dengan mereka juga sebisa mungkin tidak membuat mereka sedih. Misalnya, ketika orang bertanya pendapatku, mostly aku akan menjawab hal yang ingin mereka dengar dari pada mengatakan apa yang sebenarnya ingin aku katakan.

Lalu, bagaimana aku tahu apa yang bisa membuat mereka bahagia? Nah, ini masuk pada poin kedua yang berubah dari diriku, yaitu aku sekarang sering mencoba untuk mengenal atau memahami karakter orang lain.

2. Sekarang aku sering mencoba untuk memahami karakter orang lain.

Sama halnya dengan orang yang sering heran dengan caraku berpikir, dulu aku juga sering heran dengan cara orang berpikir. Instead of saying "What's wrong with me?", I was always saying "What's wrong with them?" Dulu aku sadar bahwa INTJ itu karakter minoritas, tapi aku tetap saja merasa karakter orang lain itu tidak rasional.

Aku sering heran kenapa orang suka berdesak-desakan demi bertemu idol mereka? Kenapa orang suka pergi ke karaoke place yang padahal bisa dilakukan sendiri di rumah? Kenapa beli barang cuma dengan alasan "lucu"? Kenapa orang suka membeli hal yang tidak dibutuhkan hanya karena  sedang diskon? Atau hobi-hobi lainnya yang menurutku tidak ada manfaatnya dan malah merugikan dari segi waktu maupun uang.

Lebih baik tidur atau belajar!

Yass! Dulu aku selalu melihat orang lain dari sudut pandangku. Sekarang apapun yang menjadi cara berpikir orang, aku nilai dengan cara mereka juga. Aku sering mencoba menempatkan diriku jika aku ada di posisi mereka. Dibesarkan seperti mereka, ditempa dengan pengalaman hidup seperti mereka, memiliki lingkungan seperti mereka, maka aku juga akan berpikir seperti mereka. So at the end, I will always say "it makes a sense" to go karaoke, hangout, club, or other things that I was thinking it's useless. Mungkin itu cara mereka untuk bahagia, dan selama itu membuat mereka bahagia, they reached the purpose of life already so it is okay. I respect that.

Maka dari itu juga, aku selalu menikmati mendengarkan pengalaman orang lain atau sejarah orang lain. Itu membantuku untuk mengenal cara berpikir orang tersebut. And you know what? Dulu waktu SMA aku paling benci pelajaran sejarah karena terlalu banyak hapalan tidak seperti matematika yang cukup dengan logika saja, sekarang tanpa sadar aku sering secara tiba-tiba berada pada wikipedia yang bercerita tentang VOC atau kerajaan majapahit. (Well, ini intermezzo. Aku nggak tau ini ada kaitannya dengan INFJ apa nggak ---__---)

Semakin aku memahami karakter orang semakin aku sadar bahwa manusia itu sangat beragam. Setiap orang punya karakter positif dan karakter negatif masing-masing, termasuk aku sendiri. Sebagaimana aku ingin sisi negatifku diterima, maka aku juga harus menerima sisi negatif orang lain. Dan itu wajar punya sisi negatif. Dari sini aku belajar bahwa menghargai orang lain itu penting.

Tapi memahami karakter orang itu juga ga mudah. Ada beberapa orang yang punya karakter tertutup, ada beberapa orang yang kurang mengekspresikan karakter aslinya, ada orang yang selalu bicara diplomatis, dan lain-lain. Kita tidak bisa secara eksplisit atau pertama kali bertemu langsung bertanya "Apa sisi negatifmu?", "Apa sisi positifmu?", "Apa yang kamu suka?", "Apa yang tidak kamu suka?". It's not job interviewing. Maka dari itu masuk ke poin 3, sekarang aku mempertimbangkan faktor "Hubungan Sosial" dalam mengambil keputusan.


3. Sekarang hal-hal seputar "Hubungan Sosial" masuk dalam faktor penentu keputusanku.

Aku akui terkadang nature-ku sebagai "Introvert" (from INFJ--> the I ) masih sering muncul. Aku masih betah berlama-lama di ruangan, tidur, atau bermain komputer. Jadi ketika weekend akan datang semua orang bersorak-sorai termasuk aku, mereka akan menjawab "Karena akhirnya aku bisa main dan jalan-jalan", tapi aku akan menjawab, "Karena akhirnya aku bisa di rumah seharian".

Dulu, setiap diajak teman untuk hangout atau bermain yang jadi faktor penentu aku bilang YES or NO adalah "Apakah layak waktuku dihabiskan untuk hal-hal seperti itu?", "Apakah layak uangku dihabiskan untuk hal-hal seperti itu?", "Apakah kegiatan tersebut membuatku produktif (dari segi science)?", dan beberapa faktor lainnya yang mayoritas membuatku berkata "NO".

Tapi sekarang ada faktor tambahan lain yaitu "Apakah kegiatan tersebut bisa membuatku mengenal karakter orang-orang di dalamnya?", "Apakah kegiatan tersebut bisa memunculkan keterikatan sosial?", "Apakah kegiatan tersebut bisa membuat orang-orang di dalamnya bahagia?", dan lain-lain,

Dengan adanya faktor tambahan tersebut aku makin sering berfikir dan lama dalam menentukan keputusan, tapi senggaknya sekarang aku ga sekolot itu kalau diajak ikut kegiatan, bermain, atau hangout. Bahkan ke tempat-tempat yang mungkin dulu aku pikir itu useless. Selama aku tahu orang-orang yang bersamaku dalam kegiatan tersebut layak untuk dikenali, maka aku akan bilang "YES". Maka dari itu dulu saat aku student exchange ada yang bilang padaku "Traveling is not about the place but the people", itu adalah benar!

Karena faktor "Hubungan Sosial" ini juga, aku lebih sering mengambil keputusan untuk mengalah. Padahal, dulu aku selalu ingin muncul sebagai pemenang atau orang yang unggul dalam debat. Kini, Aku selalu menghindari perdebatan atau berkata "Iya" hanya untuk membuat lawan bicaraku berhenti mengajak debat atau berhenti memaksakan sudut pandangnya padaku.

Tapi terkadang nature-ku yang "Judging" (from INFJ--> the J ) juga masih sering muncul bahwa aku tidak mudah goyah. Aku tidak semudah itu berkata "Iya" pada suatu debat yang aku yakini aku benar. Konflik batin sering memuncak yang mengarah pada emosi. Tapi di satu sisi aku tidak mau berdebat apalagi jika ujung debat ini membuat salah satu dari kami tidak mencapai tujuan bahagia itu tadi. Maka dari itu aku selalu berkata pada diri sendiri "Ketika kamu sedang emosi, maka diam!! Apapun yang keluar dari mulutmu itu bukan kamu" atau "Tak apa orang lain menganggap kamu salah / kalah. Kebahagianmu bukan dari apa yang orang lain pikirkan, tapi dari apa yang kamu pikirkan."

Tahun 2015 akhir, sepertinya awal mula aku akan berubah jadi INFJ, I went hangout with my friends. Waktu itu aku baru aja nyampe Semarang dari Kendal. Habis motor-an 2 jam dan langsung pergi sama temen-temen sampai jam 10 malem. Sound tiring huh? But look that smile!

OH MY GOD! It's a bit creepy tho. Aku kadang masih ga percaya 3 hal di atas ada di diriku sekarang. I mean, dulu aku benar-benar robot. Percaya atau nggak, waktu aku INTJ, persentase antara thinking dan feeling-ku adalah 80:20. Lumayan jauh kan? dan sekarang bagaimana bisa berubah dari "T" ke "F"? Bagaimana sekarang aku begitu peduli tentang perasaan orang lain? What if I hurt them? Is it gonna make them happy? AH!! Aku percaya jika aku peduli dengan kebahagiaan orang lain maka orang lain juga akan peduli dengan kebahagiaanku. Lets live happily ever after.

Read More

Saturday, November 18, 2017

Question & Answer KGSP




1. Apa sih KGSP itu?
KGSP adalah singkatan dari Korean Government Scholarship Program, intinya adalah beasiswa yang disedikan oleh pemerintah korea untuk orang asing yang akan belajar di Korea baik s1, s2, maupun s3. Mencakup semuanya baik tiket pesawat, tuition fee, asuransi, dan biaya hidup bulanan. Info lengkap ada di --> http://www.studyinkorea.go.kr/en/main.do

2. Bener ga sih kakak katanya ga pake notaris dan sworn translator buat dokumen-dokumennya?
Iya bener. Tapi bukan berarti aku menyarankan kalian untuk ga pake itu ya. Soalnya kebijakan bisa berubah-ubah. Kemarin aku ga pake jasa sworn translator soalnya berdasar analisaku di guideline NIIED tertulisnya gini "semua berkas yang tidak berbahasa inggris/korea mohon dibahasa inggriskan dan disahkan oleh lembaga pemerintahan/ lembaga yang mengeluarkan/ notaris". Ga nyebut2 sworn translator. Jadi senangkepku ga harus sworn translator, translate sendiri juga gapapa asal ada cap-nya dari lembaga pemerintah/lembaga yang mengeluarkan/notaris.

Nah.. ijazah aku ditranslate kampus dan cap dari kampus. Sedangkan bukti kewarganegaraan aku translate KTP-ku dan KTP ortu sendiri terus dibawahnya dikasih keterangan bahwa itu translation yang benar dari file aslinya diikuti cap dan ttd kepdes. Terus buat jaga-jaga jikalau itu ga diterima aku lampirkan juga surat keterangan dari kepdes (berbahasa inggris) tentang kewarganegaraanku dan orangtuaku. Soalnya kalo lihat di guideline bukti kewarganegaraan bisa apapun kan? logic-ku surat keterangan kepdes mungkin bisa mengcover itu.

3. Lebih baik milih daftar pake univ track atau embassy track?
Aku pilih univ track. Kenapa? aku pernah nulis alasannya di sini

4. Kakak dulu TOEFL IBT/IELTS/TOPIK yang dikumpulin? Terus skor-nya berapa?
Jamanku sertifikat bahasa sifatnya optional. Ga ngumpulin gapapa. Logic-ku kalo ga ngumpulin aja gapapa berarti kalo salah ngumpulin juga gapapa. Haha. Aku kumpulin TOEFL ITP padahal di guideline bilang itu ga diterima. Udah gitu skorku di bawah standar yang disebut diguideline. Di situ bilang minimal 550 kalo paper based TOEFL (ini beda sama ITP lho ya), yang aku kumpulin 540. Aku kumpulin sertifikat ITP asli lho. bukan copy-annya.

5. Kakak hubungi prof dulu ya sebelum daftar via univ track?
Yups. Kebetulan sebelum KGSP buka aku udah proses seleksi beasiswa Profesor. Ceritanya saat itu ada kunjungan profesor ke Indonesia, aku ikut walk-in interview-nya dan lolos ke tahap selanjutnya. Sambil mengikuti seleksi beasiswa prof di tahap selanjutnya itu aku daftar KGSP juga di jurusan yang sama dengan prof tersebut (tanpa sepengetahuan prof. my bad -_-). 

Seleksi beasiswa prof tahap kedua itu lumayan menyiksa. Aku disuruh bikin program tentang machine learning DALAM WAKTU SEMINGGU!! skripsiku aja aku selesaiin hampir satu tahun. -_- Untungnya skripsiku tentang machine learning juga. Jadi programnya aku copas-copas dikit dari situ. Hehe.

Singkat cerita, akhirnya aku lolos beasiswa prof. Besoknya pengumuman beasiswa KGSP tahap setengah (apalah ini? ada tahap setengah juga? maksudku ini tahap yang diseleksi IO-nya) dan lolos juga. dan prof-ku kaget kok aku daftar KGSP juga. dan kemudian terjadilah drama kolosal antara aku dan dia. ah.. udah ah... ceritanya panjang.

6. Dokumen yang diperlukan saat pendaftaran itu semuanya harus dikirimkan hardcopy ke Korea ya kak? Lalu apakah hanya perlu mengirimkan hardcopy nya atau perlu jg semacam mengisi aplikasi secara online juga yaa? Dokumen yang kakak kirim waktu itu berapa rangkap ya kak?
Iya Hard copy harus dikirimkan ke kampus koreanya. Untuk softcopy itu tergantung kebijakan kampus masing2 (ada yang perlu ada yang nggak, kadang ada yang minta 2-3 rangkap hardcopy juga lho). Maka dari itu selain kamu baca guidline KGSP yang diterbitin oleh NIIED kamu juga coba cari guideline KGSP yang diteribitin oleh kampusnya masing2. Coba cari di website-nya kalo ga ada coba hubungin international office kampus tersebut.

7. Kakak waktu itu mengirimkan berkas ke Korea pakai jasa pengiriman apa yaa kak? Dan kalau boleh tau, berapa estimasi biaya pengirimannya?
Kalo kamu ga mepet coba pake EMS, sekitar 200-300ribu (semingguan). Aku kemarin pake DHL 500anribu (3-4 hari) karena udah mepet. hehe. Oh iya, aku ngirim berkas dua kali lho. Karena tiba-tiba dihubungin IO kampus korea-nya bahwa berkasku ada yang kurang (Alamak.. duitku melayang lagi... -_-). Huhu. Oh ya, berkas yang kurang itu adalah surat keterangan scale GPA di kampusku Indonesia. Ternyata kalo di transkrip ga ada keterangan tentang scale GPA kita harus ngumpulin itu juga.

8. Untuk sertifikat penghargaan apakah kakak melampirkan pada saat melakukan pendaftaran? Dan apa itu cukup jika berupa fotocopy kak?
iya aku lampirkan semuanya aja... penting ga penting aku kumpulin. toh itu optional. Kembali ke logic-ku tadi kalo ga ngumpulin aja gapapa berarti kalo salah ngumpulin juga gapapa. Hehe. Tapi kalo bisa sertifikat yang berbahasa inggris yang dikumpulin biar mereka tau itu sertifikat apa. aku sih kemarin foto kopiannya aja.

9. Kakak esainya gimana? Formatnya gimana? Share dong!
Aku tulis sesuai yang diguideline. Di situ kan udah disebutin point-point apa aja yang harus disampaikan. Tinggal ikutin aja. Btw ini aku share esainya yang study plan. Singkat banget, bener-bener tinggal njawab point-point di guideline. Klik di Sini. Kalo yang self introduction aku ga share ya.. soalnya ada point tentang course of life. Itu aku cerita tentang masa mudaku yang penuh batu terjal. jadi agak private. Hehe. 

10. Kakak jurusannya apa? linier ga? misal ga linier gimana?
Aku dulu Computer Science, nanti Computer Engineering. Kalo ga linier gapapa menurutku. Temenku ada yang ga linier lolos. Asal alasannya kuat aja sih menurutku.

11. Recommendation letter mending dari mana?
Sesuai yang di guidelinie. Bisa dari mana aja. Kalo menurut aku pribadi yang penting orang tersebut kenal kamu banget-banget. Ga profesor juga gapapa.

12. Kak, kalo mau tanya lebih lanjut dimana ya?
Bisa lewat komentar di sini atau email afifatul.mukaroh@gmail.com :)


Read More

Sunday, October 29, 2017

한옥 스테이 (Hanok Stay)

한달 전에 나는 친구와 같이 속리산에 갔다. 속리산에세 우리는 한옥 스테이 체혐이 했다. 아까 나는  책과 인터넷에서만 봤다. 그리고 한옥 스테이가도 너무 비싸서 나는 체혐을 못 했다.갑작이 학교에게서 무료 한옥 스테이 프로그램이 있어서 운이 좋아 보였다. 나는 신나게 이 프로그램을 가입했다.

한옥에 도착하기 전에 우리 자동차가 산길로 걸어가야 했다. 길은 권선 이여서 진짜 무서웠다. 더욱이 하늘이 어둡게 시작했다. 우리 근처에도 숲처럼 이여서 다른 사람 없었다. 정말 무서웠다.



하지만 한옥 도착하면 경치가 너무 아름다워서 기분이 기뻤다. 더하여 아침에 구경하면 더 아름다웠다. 아침 동안 한옥에서 구름지와 일출을 볼수 있어서 마음이 들었다. 날씨가 춥지만 괜찮았다. 기분이 놀랍기 때문이었다.

친구들이 한국에 오면 한번 한옥 스테이 체혐을 해보세요!!!! :)


법주사

축제

축제

축제에 있어요

우리는 법주사도 갔어요

우리는 정반라고 해요



빔빔밥을 먹었어요
Read More

Thursday, October 5, 2017

BACKPACKING TO SEOUL


This year, Chuseok in Korea comes in a row with other holidays, I don't know what the others holiday name but all I know is now I have 10 days holiday sequentially. Haha. It's from August 30th to Oct 9th. Yah, imagent that!!! It's even longer than my religion holiday.

At the beginning of holidays, I and my roomate tried to travel Seoul for the first time. Not very first time for me actually because I've been there before when I was exchange student. BUT IT'S 4 YEARS AGO!!! Thank's God, Seoul has not many changed, especially the subway metropolitan line or the tourist information person who always walk around the tourist spots.

Our trip was really un-planned. We booked bus ticket to Seoul even at Day-1 and we got the last chairs left. Haha. We slept in our friend's house. We always got anywhere with our big packpack, and you know what? we traveled without internet connection!!! We don't have ARC yet, so we can't buy phone number for DATA/INTERNET CONNECTION. So, the question is HOW COULD WE ARRIVED AT EVERY TOURIST PLACE?? haha. We used a map that we asked from the tourist information person. It's not software FYI, it's really paper!!! Suddenly I feel like DORA the explorer who always asking "Let see the map!", "Can you see the bridge?", Or "We did it!! We did it!!! Huray!".

The map contains about Seoul Subway Line Map, Tourist Area in Seoul + the way to get there, and many more. So, here I suggest you!! First time you come to Seoul, try to find tourist information person. They wear orange uniform and they used to walk around tourist spots especially market place like Namdaemun, Myeondong, Dongdaemun, Insadong, etc.

So, here's the places we visited and how much money that I spent for this travel :

Indonesian Embassy in Korea, entance fee : KRW 0 
You won't never imagent how excited I was when I could get here. I was literally jumping because I felt like home. I was here actually because I needed to join the meeting with Indonesian Student Association (PERPIKA). Yes, I join this organization as the staff.


Seoul International Firework Festival in Hangang River, entance fee : KRW 0 
I thought it's called international because its popularity is in interntaional level, but actually it's because the dancing fireworks appear with various styles of every country. It's really amazing but the Busan Firework Festival is a way better. Maybe because it's free while Busan Firework Festival is not.
Seoul International Fireworks Festival

Namdaemun, entance fee : KRW 0 

It's a market, no entrance fee of course. Haha. Here's where I got my holy map. Haha

Namsan Tower, entrance fee : KRW 0
There's a bus that can take you to the Namsan Tower Location. It's only one thousand something korean won. Very Cheap! It's up hills so I am not recommending you to take a walk. 
At Namsan Tower

Gyeongbokgung Palace, entrance fee : KRW 0
We can get there by Subway line number... Mmmm... (I don't remember. Haha),which only 1000 something korean won. OMG!! I'm not really good in memorizing number. You can also rent a hanbook in this place, it's around 10k something. Haha.


At Gyeongbokgung Palace


With the soldier in Gyeongbokgung Palace


Historical Museum, entrance fee : KRW 0
It's located right beside the Gyeongbokgung Palace. We accidentally got in this museoum because it was raining a lot. Haha. But it's good. There are many historical information about Korea that we can get from there.


SM Town, entrance fee : KRW 0
If you are really into Korean Pop, it's really good to visit. But me? I was getting there because I was lost. haha. We were trying to visit COEX Library, but everyone seems going there so we just followed them. Haha


COEX Library, entrance fee : KRW 0
Firstime I came here, I feel like I am the smartest person in the world! Actually I will feel that everytime I am in Library. Haha. I am not really into book or reading, but my friend is, so here we were.

Gangnam, entrance fee : KRW 0
It 's an area in Seoul which I heard from a song. Hahha. People say that this area is full of stylist korean people, so I was there literally to see "Oppa Gangnam Style!!" *with dancing the gangnam style dance*. After getting here by subway (before 30 minutes) we took a bus to see around Gangnam. After got off the bus (before 30 minutes) we took subway again. Don't imagent us running a lot, because within 30 minutes we can still walking around seeing Oppa Oppa. Hahah. And you know what? because the transition time from Subway-Bus and vice versa is within 30 minutes so the transport fee is all free. Haha.

Seoul National University, entrance fee : KRW 0
We got here because my friend are going to study here one year later. She really want to visit here. My point about SNU is that it reminds me of UNDIP (my undergraduate campus). I used to walk going back to my house from campus, through a wet street in UNDIP with some little rain, in the evening, with many youth are jogging around me. And in SNU, the smell, the weather, the sky, the wet street, the jogging people, are totally like this. I was suddenly like having dejavu. I like that.

Itaewon, entrance fee : KRW 0
As a moeslim, I think it is a must visited place in Korea. Here the atmosphere is really moeslim friendly, not only because there is a big mosque but here we can always see many moeslim foreigner that greeting with "Assalamualaikum" in every meet. Even the food is mostly moeslim-friendly. Moreover, there is program from KTO called "Halal Restorant Week" here. You can sign up the program via internet then you can get discount coupon worthed 10k won and 3k won for eating halal food in Itaewon.

Makan makanan ala-ala india di Food Halal Restorant

Well, now you see the pattern  that I only visited the free entrance tourist spots. Haha. I spent my money mostly in transportation. What? food? Not really.. I am eating only for keeping alive so as long as it can be eaten, I am okay. I am not that type of Food Traveler. I am a backpacker or low budget traveler. Haha. So that's all my story and thanks for reading!!!
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

My picture

I want to live my life to the absolute fullest, to open my eyes to be all i can be, to travel roads not taken, to meet faces unknown, to feel the wind, to touch the star
I promise to discover myself, to stand tall with greatness, to chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Popular Posts

Google+ Followers

Follow by Email

Total Pageviews

Instagram

Instagram

Follow Me

Copyright © Vhiefa | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com